Keren Pendekatan Ini, Mensos Ajak Dialog Para Tunawisma agar Mau Tinggal di Rusun Kemensos
Sabtu, 20 Jan 2024, 06:06 WIBJakarta - Menteri Sosial Tri Rismaharini mengajak para tunawisma berdialog agar mereka mau tinggal di rumah susun (rusun) milik Kementerian Sosial.
Mensos Risma dalam keterangannya diterima di Jakarta, Jumat (19/1) malam, menanyai satu per satu masalah dan keinginan para tunawisma yang kebanyakan adalah pemulung.
Ada beberapa opsi yang ditawarkan, di antaranya adalah mendapatkan pelatihan kewirausahaan di sentra Kemensos, pulang ke kampung halaman, atau tinggal di rusunmilik Kemensos.
Mensos menekankan, yang bisa tinggal di rusunhanya mereka yang memiliki KTP DKI Jakarta dan sudah berkeluarga. "Rusun untuk keluarga. Kalau nanti sekolah anak-anak jauh, kami bisa bantu pindah sekolah," kata Mensos.
Dari para tunawisma yang ditemuinya di jalan layang Kampung Melayu, Jakarta Timur, 21 orang yang diasesmen, mengaku tak sampai sebagian yang memiliki kartu identitas.
Mensos menawarkan kembali ke kampung halaman dan berwirausaha, dan akan dipantau perkembangan usahanya oleh Sentra Kemensos terdekat. Dikatakan Mensos, sukses tak selalu harus di Jakarta, di kampung juga bisa sukses.
"Kami siap antar bagi bapak ibu yang mau kembali ke kampung," ujar Mensos
Respons yang didapat pun beragam. Ada yang langsung setuju kembali, ada yang masih ingin di Jakarta dan tidak mau kembali.
Untuk itu, Mensos menawarkan untuk tinggal dan mendapatkan pelatihan di Sentra Kemensos di Jakarta, terutama bagi yang sudah lansia.
"Tua harus ada tabungan. Kalau di sentra semua ditanggung. Misalnya kalau sakit, KTP gak ada, gimana caranya mau berobat," kata Mensos.
Salah satu tunawisma asal Surabaya, Ubay (83), mengaku akan mengikuti saran dari Mensos.
Ia telah tinggal di Jakarta sejak kecil, namun beberapa tahun belakangan ini ia hidup menggelandang dan tidur di taman.
Sehari-hari, ia bekerja sebagai pemulung dengan penghasilan Rp35.000 - Rp50.000 per hari. Kakek yang akrab disapa Pak Uban ini berharap bisa kembali ke Surabaya.
"Saya ingin kembali. Ingat alamatnya (rumah di Surabaya), tapi lupa nomor rumahnya," katanya kepada Mensos.
Mensos langsung menghubungi koleganya di Surabaya untuk membantu menemukan keluarga Ubay. Harapannya Ubay bisa kembali ke Surabaya.
Berita Terkait:
-
Polda Bali Gagalkan Penyelundupan 22 Penyu Hijau, Terungkap Fakta Mengejutkan!
-
QRIS Bukan Cuma Alat Bayar, Kini Diusulkan Jadi Basis Pembiayaan UMKM
-
Qatar Sodorkan Ide Baru ke AS demi Buka Blokade Selat Hormuz
-
Selamat HUT ke-270 Kota Yogyakarta, Ketua Dewan DIY Ingatkan 5 Program Prioritas
-
Telkom Siapkan Ekosistem Digital Terintegrasi untuk Mendukung Pengembangan AI
-
Makassar Buka Audisi Terbuka untuk MTQ 2026
-
UMKM Lokal Ekspor Kerajinan Berbahan Serat Alam Indonesia ke Pasar Global
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.