Dukung Wisata Hijau, ITDC Olah Limbah Cair dan Sampah
Sabtu, 20 Jan 2024, 13:15 WIBDENPASAR - BUMN PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) yang mengelola kawasan the Nusa Dua di Kabupaten Badung, Bali, mengolah limbah cair dan sampah organik dan anorganik untuk mendukung wisata hijau berkelanjutan.
"Melalui langkah konkret itu, kami berharap dapat memberikan pengalaman wisata terbaik dengan tetap memprioritaskan keberlanjutan lingkungan," kata Direktur Operasi ITDC Troy Warokka di Denpasar, Sabtu (20/1).
Ia menjelaskan pengelolaan sampah dilakukan secara terpadu dan mandiri yang sudah dilakukan selama 50 tahun di kawasan elit tersebut.
Berdasarkan data BUMN itu, per hari rata-rata produksi limbah cair mencapai sekitar 6.000 meter kubik atau per bulan mencapai sekitar 170 ribu meter kubik.
Limbah cair itu kemudian diolah di kolam-kolam kawasan Lagoon, Nusa Dua, di atas lahan seluas total 20 hektare dengan kapasitas olahan mencapai 10 ribu meter kubik per hari.
Sebanyak 90 persen dari limbah cair yang diolah itu digunakan untuk menyiram tanaman dan rumput yang ada di kawasan mewah seluas sekitar 350 hektare tersebut.
Sedangkan untuk sampah, pihaknya memilah sampah organik dan anorganik misalnya plastik, kertas, bahan berbahaya hingga residu.
Setiap bulan, di kawasan perhotelan mewah itu menghasilkan sebanyak 481 meter kubik volume sampah organik atau mencapai 81 persen dan 115 meter kubik volume sampah anorganik atau mencapai 19 persen.
Dari 482 meter kubik volume sampah organik kemudian diolah kembali menjadi pupuk yang rata-rata diproduksi mencapai 29 meter kubik tiap bulan di fasilitas kompos Lagoon.
Sedangkan sampah anorganik berupa residu dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung Denpasar dan sampah anorganik berupa plastik, botol dan kertas dikelola oleh mitra ketiga.
Kawasan the Nusa Dua memiliki total sekitar 5.485 kamar yang tersebar di 22 hotel bintang lima dan vila mewah serta memiliki fasilitas ruang pertemuan yang dapat menampung sekitar 21.000 delegasi.
Selain dikenal dengan hunian tamu menginap dan wisata konferensi (MICE), kawasan itu juga menawarkan daya tarik wisata pantai, wisata air, wisata olahraga, atraksi seni budaya, wisata belanja, kuliner hingga wisata alam ombak pemecah karang atauwaterblow.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Sukses Haji 2026, Arab Saudi dan Indonesia Sepakat Tingkatkan Kualitas Layanan Jamaah
-
Menbud Siapkan Langkah Perkuat Peran Indonesia di UNESCO
-
Sah! Jalur Kasihan-Bangunjiwo Kini Mulus Total, Ini Siasat Ekonomi Baru Kabupaten Bantul
-
Tanggapi Situasi di Selat Hormuz, Para Menlu Asean Tegaskan Kebebasan Navigasi sesuai UNCLOS 1982
-
Penuhi Pasokan Oli ke Indonesia Timur, Pertamina Lubricants Perkuat Production Unit Gresik
-
Bukan Sekadar Main Gim! Menekraf Teuku Riefky Gandeng AS Buka Jalur Karier Baru Generasi Muda di Industri Esports
-
Bau dan Pencemaran, Pemkot Surabaya Bongkar Aktivitas Pengelolaan Sampah Ilegal di Keputih
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.