Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Benny Susetyo: Pemuda Harus Jadi Insan Perubahan

📅 Sabtu, 20 Jan 2024, 15:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Benny Susetyo: Pemuda Harus Jadi Insan Perubahan Doc: istimewa
Ket. Benny Susetyo dalam Seminar Pembinaan Karakter Mahasiswa Buddhis Moderasi Beragama Ke-1 Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya, Tangerang, Banten, Jumat (19/1).

TANGERANG SELATAN - Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah (Ketua DP) Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo menyatakan, mahasiswa harus menjadi insan-insan perubahan Indonesia menuju lebih baik dari sebelumnya.

Hal itu dia sampaikan dalam Seminar Pembinaan Karakter Mahasiswa Buddhis Moderasi Beragama Ke-1 Sekilah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangerang Banten, Jumat (19/1).

Benny, sapaan akrabnya, membuka seminar dengan menyatakan kedudukan Pancasila dalam bangsa dan negara Indonesia.

"Pancasila adalah dasar filosofi bangsa dan negara Indonesia. Pancasila adalah pedoman dalam berperilaku, bertindak dan bernalar, serta menjadi dasar serta pondasi perilaku pengambil kebijakan, yaitu pemerintah yang menjalankan negara. Itu yang harus dipahami dan diketahui terlebih dahulu," ujarnya.

"Sistem ekonomi kita, misalnya, tidak boleh kapitalisme yang hanya mementingkan persaingan bebas dan pasar, tetapi ada sebuah sistem dari negara yang melindungi yang lemah dan kecil. Sistem ekonomi kita harus berkiblat dengan nilai-nilai Pancasila."

Dia pun menjelaskan nilai-nilai yang terkandung di Pancasila.

"Nilai Ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan sosial. Yang paling sulit diwujudkan adalah nilai keadilan sosial, yaitu soal bagaimana semua masyarakat Indonesia tercukupi sandang, pangan, dan papannya. Seharusnya, semua bersih dari KKN, tapi sekarang sulit, karena KKN merajalela, apalagi kita bisa lihat, nepotisme terlihat sekali belakangan ini," jelasnya.

Benny juga menyatakan bahwa nilai-nilai Pancasila harus menjadi habituasi masyarakat Indonesia.

"Dan itu tidak melanggar agama apapun, karena Pancasila itu internalisasi nilai-nilai agama yang ada. Nilai Ketuhanan tercermin di bagaimana manusia itu mencintai Tuhan, dan nilai kemanusiaan tercermin dalam bagaimana manusia melakukan internalisasi kecintaannya kepada Tuhan lewat penghargaan terhadap martabat manusia dan kesetaraan antar semua manusia. Nilai persatuan itu terwujud dalam bagaimana semua manusia bisa melaksanakan integritas, sinergi dan kerja sama."

"Pancasila harusnya adalah sebuah radikal. Radikal itu berakar; kita berakar dengan agama kita masing-masing, dan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Pancasila adalah akar kita. Jangan samakan dengan radikalisme; radikalisme itu memaksakan dengan memakai kekerasan. Nah, radikalisme ini yang harus diperhatikan."

Menurut Benny, radikalisme sangat mudah disebar, apalagi dengan kemajuan dan konsumsi teknologi komunikasi dan media sosial.

"Penyebaran radikalisme di era digital mudah, karena informasi sangat mudah didapat tanpa filterisasi, komunikasi tidak terbatas, serta penyebar-penyebar itu sulit dilacak karena orang mudah membuat identitas baru," jelasnya.

Pakar komunikasi politik ini pun mengajak anak muda menjadi komunitas pemutus kata.

"Semua anak muda harus sadar dan mengerti literasi teknologi, literasi membaca media sosial dan berita-berita di portal online. Anak muda harus menjadi komunitas pemutus kata negatif. Filter, sharing informasi yang diterima, pastikan informasi datang dari sumber terpercaya, berbagilah informasi dengan bijak, dan laporkanlah jika ada berita-berita yang negatif."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Jepang akan Menaikan Biaya Visa Lima Kali Lipat Mulai 1 Juli

27 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Rona
Batasan Mengonsumsi Kafein ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.