KPU Sebut Aplikasi SIREKAP Bantu Pantau Hasil Hitung Pemilu

Jumat, 19 Jan 2024, 01:40 WIB

KENDARI - Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia (SDM), Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) dan Penelitian dan Pengembangan (Litbang), KPU RI Parsadaan Harahap menegaskan aplikasi sistem informasi rekapitulasi (SIREKAP) akan digunakan hanya untuk membantu memantau proses pemungutan dan perhitungan suara Pemilu 2024.

Menurut Parsadaan, aplikasi SIREKAP tersebut saat ini sedang diperbaiki sistemnya, sedang PKPU tentang aplikasi itu masih dalam pembahasan pemerintah dan DPR. "SIREKAP ini mensupport, membantu agar dalam proses pungut hitung itu, kita juga bisa pantau. Semua bisa memantau dan itu terbuka sehingga ada gambaran-gambaran walaupun hasil tetap yang dipakai secara resmi adalah hasil rekapitulasi secara manual. Wajibnya itu, dan SIREKAP itu sunnah," papar Parsadaan ketika melakukan kunjungan di Muna Barat, Kamis (18/1).

Ket. Foto: Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia (SDM), Pendidikan dan Pelatihan dan Litbang KPU RI Parsadaan Harahap saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Muna Barart selama dua hari (16-17/1). — Sumber: Antara

Ia menjelaskan SIREKAP tidak akan menjadi dasar dalam proses merekapitulasi perolehan suara. Alat ukur yang paling utama dalam pungut hitung suara Pemilu 2024 adalah rekapitulasi berjenjang. "Dari TPS, PPK, dan seterusnya," ujarnya.

Parsadaan Harahap mengatakan kehadiran SIREKAP diharapkan menjadi kanalisasi bagi masyarakat terhadap hasil pemilu, karena biasanya selesai pencoblosan dan pungut hitung peserta pemilu langsung mendaku/klaim menang. Ketika mendaku itu konstituen terpengaruh.

"Tetapi kalau ada SIREKAP bisa dipantau, begini lho posisinya. Jadi, ada kanalisasi sehingga emosi itu tidak menumpuk. Kemudian pada saat manual ternyata tidak seperti yang digambarkan oleh tim-tim itu. Ada SIREKAP, ada kanalisasi istilahnya, untuk pelarian jangan sampai terlalu terfokus pada satu isu bahwa ada alternatif dalam melihat hasil dari pemilu," tuturnya.

Kata dia, dengan adanya SIREKAP sangat penting untuk membangun psikologis yang sehat di masyarakat, sebab pemilu melibatkan psikologis masyarakat secara luas.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

Berita Terbaru

IHSG Hari Ini Menguat! Naik 22,48 Poin ke Level 6.524 Saat Pembukaan

Dari Kampus ke Pasar Global, Mendag Dorong Mahasiswa Jadi Eksportir

AirNav Indonesia Tuntaskan Program RBB 2026 di Boyolali

Menlu RI Sugiono dan Menlu Tiongkok Wang Yi Gelar Pertemuan di Jakarta

Kabar Mengejutkan! KPK Tangkap Jajaran Rektorat Unsoed, Ini Penjelasan Selengkapnya

Program Relawan Bakti BUMN 2026 Berakhir, PTPN Group Sukses Perkuat Fondasi Desa Wisata Bulok

Libur Panjang Maulid Nabi, KAI Bandung Sediakan 60.717 Tiket Antisipasi Lonjakan Penumpang

AS Bersiap Hantam Iran dengan Sanksi Ekonomi Terberat Sepanjang Sejarah

Pramono Dorong Kolaborasi Tangani Masalah Transportasi

PIHPS Ungkap Harga Terbaru Cabai Rawit dan Telur Ayam, Segini Harganya

La Liga Spanyol: Mbappe dan Madrid Bidik Awal Sempurna di Markas Espanyol

Gempa Bumi M6,7 Mengguncang Peru Selatan, Tak Ada Ancaman Tsunami 

Perkuat P4GN di Sektor Transportasi Laut, BKKP Berkolaborasi dengan KSOP Kelas I Banten Wujudkan Lingkungan Kerja Bersih Narkoba

Semeru Kembali Erupsi, Letusan Membubung 800 Meter dari Atas Puncak

Mau Bayar PKB? Samsat Keliling Hari Ini Ada di 14 Lokasi Jadetabek

SIM Keliling Buka di 5 Lokasi Jakarta Hari Ini, Cek Jadwal dan Lokasinya

Arsenal Awali Misi Pertahankan Gelar, Liga Inggris Memasuki Era Baru

Tiket Konser The Script Mulai Dijual Hari Ini, Begini Cara Belinya!

BMKG Ungkap Bahaya Siklon Tropis Saudel, Sejumlah Wilayah Wajib Waspada

Cobolli Bangkit dan Menang Usai Makan Permen, Pegula Lanjutkan Dominasi di Cincinnati Masters

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.