- Home
-
- Luar Negeri
-
- AS Bersiap Hantam Iran den...
AS Bersiap Hantam Iran dengan Sanksi Ekonomi Terberat Sepanjang Sejarah
Jumat, 21 Agu 2026, 08:39 WIBWASHINGTON - Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengatakan AS akan menjatuhkan "sanksi terberat dalam sejarah" terhadap Iran sebagai bagian dari isolasi ekonomi terkoordinasi terbesar dalam sejarah dunia.
"Tekanan ekonomi ini berarti kami akan melibatkan semua sekutu kami dan ini akan menjadi isolasi ekonomi terkoordinasi terbesar dalam sejarah dunia," kata Bessent kepada media ekonomi CNBC.
Bessent mengatakan AS akan "menawarkan" kepada negara-negara sekutunya untuk memilih apakah mereka akan bersama ASÂ atau melawan AS.
"Jika Anda bersikeras melakukan transaksi dengan mereka (Iran), baik itu mentransfer uang, membeli minyak mereka, atau mereka melakukan transfer melalui kapal laut, maka Departemen Keuangan AS dan Pemerintah AS akan mengerahkan seluruh kekuatan dan kekuasaan untuk menindak kalian," katanya.
Bessent melanjutkan bahwa sudah saatnya bagi sekutu AS dan seluruh dunia untuk mengambil keputusan.
"Dan kami akan menghancurkan perekonomian rezim pembunuh ini, yang akan membatasi kemampuan mereka untuk memproyeksikan kekuasaan melalui antek-anteknya. Dengan demikian, hal itu berarti mereka (Iran) tidak akan bisa membayar tentara, dan kita akan menghadapi inflasi yang signifikan, baik inflasi harga pangan maupun inflasi umum di Iran," kata Bessent.
Kepada wartawan di Gedung Putih, dia mengatakan langkah-langkah ekonomi akan membuat harga minyak turun lebih cepat dari harga lebih tinggi akibat "kemacetan" di Selat Hormuz.
AS dan Iran telah menyepakati gencatan senjata pada April dan menandatangani kesepakatan kerangka kerja pada 17 Juni, yang menandai dimulainya negosiasi menuju kesepakatan akhir.
Namun, pembicaraan itu terhenti karena ada ketidaksepakatan mengenai jaminan keamanan dan kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz, salah satu rute paling strategis di dunia bagi pasokan dan perdagangan energi global.
AS dan Iran juga baru-baru ini kembali saling melancarkan serangan militer. AS menyerang sasaran-sasaran di wilayah Iran, sementara Iran membalas dengan menyerang fasilitas dan peralatan militer milik AS yang berada di beberapa negara Arab, termasuk Yordania, Bahrain, dan Kuwait.
- Iran
- Amerika Serikat
- sanksi ekonomi
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Mbappe Raih Golden Boot Piala Dunia 2026, Ukir Sejarah sebagai Juara Top Skor Dua Edisi Beruntun
-
KM Nurul Salsa Tenggelam di Selayar: 46 Penumpang Selamat, 23 Masih Dicari Tim SAR
-
Jutaan Orang Ramai-ramai Ingin Pindak ke Amerika, Ada Apa?
-
F&B ID Nobatkan Tea-rista Terbaik Indonesia 2026 Lewat Chatime Tea-rista Competition
-
Membangun Jakarta semakin Inklusif untuk Disabilitas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.