Bank Dunia Rekomendasikan Indonesia Perkuat Kebijakan Perdagangan Hijau
Jumat, 19 Jan 2024, 00:04 WIBJAKARTA - Bank Dunia merekomendasikan Indonesia untuk memperkuat kebijakan perdagangan yang mengarah pada transformasi hijau. Indonesia telah menunjukkan kemajuan yang baik dalam memanfaatkan perdagangan untuk transformasi hijau, namun perlu penguatan untuk mengatasi beberapa tantangan yang menghambat transformasi tersebut.
"Intensitas karbon dalam perdagangan Indonesia sudah berhasil ditangani dengan baik sejak 2005. Akan tetapi, Indonesia dalam hal daya saing dan ekspor barang dan teknologi hijau belum mampu memenuhi permintaan. Ini membutuhkan tindakan lebih lanjut," kata Country Director World Bank Indonesia and Timor Leste, Satu Kahkonen, dalam Strategic Issues Forum on Trading Towards Sustainability di Jakarta, Kamis (18/1).
Seperti dikutip dari Antara, Kahkonen menyebut ada tiga hal yang perlu menjadi perhatian Indonesia. Pertama, peningkatan permintaan global dan domestik untuk barang dan teknologi hijau memberikan peluang yang signifikan bagi Indonesia.
Menurutnya, Indonesia memiliki potensi yang signifikan untuk melakukan diversifikasi produk hijau dengan kompleksitas yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya, sehingga Indonesia bisa memanfaatkan potensi tersebut untuk memberikan keuntungan dari sisi ekonomi dan pengatasan isu perubahan iklim.
Kedua, tambah Kahkonen, sektor swasta merupakan kunci dalam melaksanakan diversifikasi produk hijau. Oleh sebab itu, pemerintah perlu membuat kebijakan yang dapat memfasilitasi pelaku swasta dengan teknologi berkualitas tinggi dengan biaya yang rendah.
Selain itu, dia juga menyarankan pemerintah untuk menyederhanakan kebijakan agar dapat membantu sektor swasta dalam meningkatkan skala bisnis mereka.
Kebijakan Perdagangan
Adapun poin terakhir adalah perlunya penyelarasan kebijakan perdagangan di Indonesia dengan pembangunan hijau. Kahkonen menggarisbawahi pemerintah Indonesia perlu memikirkan kebijakan yang lebih pro terhadap kebijakan hijau.
"Ini adalah peluang kita untuk melakukan reformasi kebijakan perdagangan. Reformasi yang saya maksud bisa mendukung tujuan-tujuan Indonesia jangka panjang," tutur dia.
Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pemerintah terus berupaya membangun perdagangan dan investasi yang lebih kuat dengan prinsip berkelanjutan melalui model ekonomi hijau dan biru.
"Dengan melibatkan dan kemitraan sektor swasta. Model kemitraan ini juga diterapkan dalam pembangunan proyek-proyek infrastruktur," kata Airlangga.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
KPK Menangkap Bupati Pati Sudewo dalam OTT
-
Dokter Jelaskan Pentingnya Batasan saat Ajarkan Anak Hidup Bersih
-
PSG Tergusur, Lens Mengamuk 5-1 dan Rebut Puncak Klasemen Liga Prancis
-
Modernisasi Museum di Jakarta: Mengubah Koleksi Sejarah Jadi Narasi Visual Berbasis AI
-
Kemenekraf Cegah Kebocoran Ekonomi Sektor Perfilman Akibat Pembajakan, Bagaimana Solusinya?
-
116.027 Warga dan 22.991 Rumah Terdampak Banjir di Kabupaten Banjar
-
Mutasi Baru Virus Ebola Terdeteksi, Tingkat Infeksi Lebih Tinggi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.