Ekonomi Tiongkok 2023 Tumbuh 5,2 Persen

Kamis, 18 Jan 2024, 00:03 WIB

JAKARTA - Ekonomi Tiongkok yang diukur berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2023 mencatat pertumbuhan sebesar 5,2 persen secara tahunan atau year on year/ yoy. Pencapaian itu melampaui target tahunan yang ditetapkan pemerintah negara Tirai Bambu itu sekitar 5 persen.

Data dari Biro Statistik Nasional (National Bureau of Statistics/NBS) Tiongkok yang dirilis pada Rabu (17/1) menyebutkan PDB negara ekonomi terbesar kedua dunia itu mencapai rekor tertinggi yakni 126,06 triliun yuan atau sekitar 17,71 triliun dollar AS pada 2023.

Ket. Foto: — Sumber: Sumber: China NBS - afp

Kepala NBS, Kang Yi, menyatakan terlepas dari tekanan eksternal dan kesulitan internal, Tiongkok telah berhasil mencapai target utama yang ditetapkan untuk tahun 2023 dan mencatat pemulihan serta perbaikan dalam perekonomian,

Dia juga mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi masih menghadapi beberapa kesulitan dan tantangan karena lingkungan eksternal menjadi lebih kompleks dan parah serta meningkatnya ketidakpastian.

Khusus pada kuartal keempat atau periode Oktober-Desember 2023, perekonomian Tiongkok tumbuh 5,2 persen tahun ke tahun, dan perekonomian negara tersebut tumbuh 1 persen kuartal ke kuartal.

Seperti dikutip Antara dari Xinhua, data NBS juga menunjukkan output industri bernilai tambah Tiongkok merupakan indikator ekonomi penting, di mana mencatat pertumbuhan 4,6 persen secara yoy pada 2023.

Sementara itu, investasi aset tetap juga menunjukkan kenaikan 3 persen tahun ke tahun pada tahun 2023, sementara penjualan ritel barang konsumsi yang merupakan indikator utama kekuatan konsumsi negara tersebut naik 7,2 persen tahun ke tahun.

Hilirisasi Industri

Pengamat ekonomi dari Universitas Surabaya (Ubaya), Wibisono Hardjopranoto, yang diminta pendapatnya, mengatakan Indonesia harus mengambil pelajaran dari catatan pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang positif di tengah berbagai tantangan seperti perang dagang dan kondisi pemulihan pasca Covid-19.

"Ini kabar baik, karena ekspor Indonesia banyak ke sana, terutama komoditas. Artinya bisa berdampak positif jika terus seperti itu," kata Wibisono.

Pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang masih kuat ini sangat ditopang keberhasilan hilirisasi industrinya yang sudah sangat modern dan menjadi pesaing berat bagi negara-negara maju, seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Uni Eropa.

Tiongkok dapat memanfaatkan potensi jumlah penduduk mereka yang besar sebagai pasar, namun sekaligus mendomimasi ekspor global karena produk mereka berdaya saing. "Berbeda dengan ekonomi kita yang pertumbuhannya masih consumption driven," katanya.

Faktor penopang lainnya adalah tindakan tegas pemerintah Tiongkok untuk memberantas praktik korupsi. Mereka tidak segan mengambil tindakan tegas dalam menghukum pelakunya, sudah banyak pejabat Tiongkok yang dihukum berat karena melakukan korupsi.

"Ini menimbulkan efek jera sehingga bisa menekan ekonomi biaya tinggi dalam perdagangan dan investasi di sana," pungkas Wibisono.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.