Praktisi Mengajar Dorong Kompetensi bagi Mahasiswa

Rabu, 17 Jan 2024, 03:13 WIB

JAKARTA - Direktur Sumber Daya, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Sofwan Effendi, mengatakan program Praktisi Mengajar memberikan kompetensi lebih bagi mahasiswa. Praktisi Mengajar menggabungkan kelas teoritik dan praktik.

"Tantangan ke depan adalah memberikan kompetensi lebih kepada peserta didik kita di perguruan tinggi," ujar Sofwan, dalam sosialisasi Praktisi Mengajar angkatan ke-4, secara daring, Selasa (16/1).

Ket. Foto: Direktur Sumber Daya, Kemendikbudristek, Sofwan Effendi. — Sumber: Koran Jakarta/M.Ma'ruf

Dia menjelaskan, salah satu cara paling elegan adalah menggabungkan kelas teoritik dan praktik. Untuk memaksimalkan kolaborasi ini, maka kehadiran para profesional di dalam kelas melengkapi kehadiran para dosen akademik yang secara teoritik sangat menguasai.

"Praktisi tidak hanya memberi pengetahuan, tapi memberi contoh dan praktik baik tentang problem-problem di luar kelas sesuai bidang keilmuan masing-masing. Itu didorong dan dibekali kepada mahasiswa," jelasnya.

Sofwan mengungkapkan, perguruan tinggi sering kalah mengejar teknologi yang dihasilkan industri. Perguruan tinggi bagus pada tridarma, sedangkan industri bagus pada bisnis, profesionalisme, dan kebutuhan riil masyarakat.

Dia menambahkan, kebutuhan kolaborasi tidak hanya kebijakan, tapi kebutuhan nyata bagi pengembangan SDM kita khususnya lulusan perguruan tinggi. Dengan demikian, ketika mereka lulus punya bekal lebih dari sekadar pengetahuan, tapi keterampilan, keahlian, dan pengalaman-pengalaman praktis untuk memecahkan problem-problem di kehidupan nyata.

"Ketika lulus mereka siap menghadapi problematika kehidupan sesuai bidang ilmu yang dianut para mahasiswa," ucapnya.

Sofwan berharap, program Praktisi Mengajar angkatan keempat meningkat kuantitas peserta baik dari industri maupun perguruan tinggi. Dia juga berharap program tersebut berlanjut sebab bermanfaat dalam meningkatkan kompetensi.

"Pendekatan kolaboratif, gap ini semakin kecil dan nyambung kebutuhan industri dengan kegiatan perguruan tinggi. Praktisi mengajar ini jadi solusi," katanya. ruf/S-2

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

Berita Terbaru

Bukan Sekadar Besaran Gaji, Pekerja Indonesia Cari Rasa Dihargai di Tempat Kerja

Virtus Technology Indonesia Resmi Jadi Master Distributor DJI Enterprise di Indonesia

Produk Bernilai Tambah Tinggi Asal Cilegon Tembus Kanada, Kemendag: Bukti Industri RI Makin Kuat

Trafik Uplink Melampaui Downlink, Pola Penggunaan Jaringan Digital Mulai Berubah

Info Loker! Job Fair Pemkab Magelang 2026 Tersedia 3.717 Lowongan

Shin Ye Eun Ajak Masyarakat Indonesia Rasakan Kehangatan Hunian Pintar Berbasis K-Wellness

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Babak Gugur Piala Dunia 2026 Mulai Terbentuk, Enam Negara Amankan Tiket 32 Besar, Empat Tersingkir

Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Ini Deretan Pemain yang Memperebutkan dari Messi, Mbappe, hingga Haaland, Siapa yang Layak?

Tiga Pejabat Tinggi Pratama Setjen MPR RI Dilantik, Siti Fauziah Tekankan Penguatan Kolaborasi dan Peningkatan Kinerja Lembaga

Peternak Sapi Perah Indonesia Raih Kenaikan Produksi Susu Berkat Transfer Teknologi AS

DFSK E5 Plus Resmi Buka Pre-Booking di Indonesia, Konsumen Berpeluang Dapat Benefit Rp60 Juta.

Info Lowongan kerja! Ayo Walk in Interview ke GOR Tanjung Duren Jakbar, Buka 4.262 Lowongan

Pertama di Indonesia, Whitesky Group dan SkyDrive Hadirkan Mockup eVTOL 1:1

1.151 KM Jalan Daerah Dilebarkan dari 3 Jadi 8 Meter, Dana Rp5,41 T Digelontorkan

Iming-iming Gaji Tinggi! Wamen P2MI dan Australia Bahas Ancaman Penipuan Pekerja Migran

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.