Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinasti Politik Hari Ini, Upaya yang Bisa Dilakukan untuk Memutus Rantainya

📅 Minggu, 14 Jan 2024, 10:42 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dinasti Politik Hari Ini, Upaya yang Bisa Dilakukan untuk Memutus Rantainya Doc: ANTARA/Aditya Pradana Putra
Ket. Sejumlah pengunjuk rasa membawa poster berisi pesan tuntutan dalam aksi di depan Gedung MK, Jakarta, Minggu (15/10/2023).

Wawan Kurniawan, Universitas Indonesia

Dinasti politik seringkali diartikan sebagai warisan kekuasaan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Pada satu sisi, memang keberadaan dinasti politik dapat menciptakan citra stabilitas dan kontinuitas. Keluarga-keluarga politik ini biasanya memiliki sejarah panjang dalam pemerintahan sehingga mereka punya "keakraban" dengan rekam jejak dan kebijakan negara. Ini bisa membuat pemilih merasa lebih nyaman. Misalnya, pemilih yang lebih condong memilih seseorang dari dinasti politik umumnya meyakini bahwa individu tersebut akan melanjutkan kebijakan dan tradisi yang telah ada.

Namun di sisi lain, dinasti politik berpotensi membawa dampak negatif yang signifikan. Ini karena pewarisan kekuasaan sangat lekat dengan nepotisme dan menyebabkan kurangnya kesegaran dalam ide-ide politik. Pemilih yang lebih kritis akan menyadari bahwa dinasti politik dapat menghambat inovasi dalam proses politik. Isu seperti korupsi, favoritisme, dan pengabaian meritokrasi sering menjadi keprihatinan utama.

Lebih jauh, dinasti politik juga dapat memengaruhi proses pemilihan melalui penggunaan sumber daya yang substansial. Keluarga-keluarga ini sering memiliki akses ke jaringan sosial, keuangan, dan media yang luas, memberi mereka keuntungan dalam kampanye dan menjangkau pemilih. Hal ini dapat menciptakan ketidakseimbangan dalam kompetisi politik, karena calon yang bukan berasal dari dinasti politik mungkin kesulitan untuk bersaing.

Dinasti politik seharusnya menjadi hal yang patut diberi perhatian khusus. Kita butuh upaya untuk memutus rantai dinasti yang dapat mengikat kebebasan kita nantinya.

Dinasti politik hari ini

Sebuah riset tentang dinasti politik dalam tiga Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sepanjang 2017-2020, dengan total 508 kabupaten/kota, menunjukkan bagaimana elektabilitas kandidat yang berasal dari dinasti politik cenderung tinggi.

Dari total 508 itu, terdapat 247 kabupaten/kota yang memiliki kandidat bupati, wakil bupati, walikota dan wakil walikota yang memiliki hubungan darah ataupun perkawinan dengan figur yang memiliki jabatan, seperti kepala daerah, anggota dewan yang berada di DPR/DPRD, baik yang masih berkuasa ataupun berkuasa pada
periode sebelumnya. Dari 247 itu, kandidat dinasti politik menang di 170 kabupaten/kota atau persentasenya mencapai 69%.

Sementara itu secara jumlah kandidat, calon bupati, wakil bupati, walikota, wakil walikota yang terindikasi berasal dari dinasti politik adalah sebanyak 305 orang, atau 10% dari total 3.030 jumlah kandidat.

Walaupun hanya 10% jumlah kandidat yang terindikasi dinasti politik, namun rasio kemenangan mereka mencapai 69%. Artinya, kandidat yang terafiliasi dinasti memiliki probabilitas yang besar untuk memenangkan kontes politik.

Biasanya, keterpilihan tersebut dipengaruhi oleh program kerja pendahulunya yang dianggap cukup memuaskan atau telah memiliki popularitas yang lebih tinggi. Sebagai contoh, masyarakat merasa puas dan percaya akan kepemimpinan seorang kepala daerah, maka jika di periode berikutnya anaknya maju dalam Pilkada, anak tersebut akan dengan mudah memenangkan pemilihan karena diyakini akan melanjutkan program orang tuanya tersebut.

Ini kerap terjadi di daerah yang pembangunan infrastrukturnya pesat, seperti pembangunan jalan raya, karena infrastruktur adalah program yang dapat dirasakan langsung oleh publik.

Namun, sebagai konsekuensinya, langgengnya dinasti politik dapat menyebabkan meluasnya budaya korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mobil Tabrak Kerumunan Oran...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.