Kedutaan Besar Tiongkok di Ekuador Aktifkan Mekanisme Perlindungan Darurat

Kamis, 11 Jan 2024, 00:03 WIB

Beijing - Kedutaan Besar Tiongkok di Ekuador mengaktifkan mekanisme perlindungan darurat pasca gangguan keamanan di negara tersebut.

"Atas instruksi Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar dan Konsulat kami di Ekuador segera mengaktifkan mekanisme darurat perlindungan konsuler," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning saat menyampaikan keterangan kepada media di Beijing, Rabu.

Pada Selasa (9/1), sekelompok orang bersenjata menyerbu stasiun televisi di Ekuador saat kru sedang melakukan siaran langsung. Orang-orang bersenjata bahkan sempat menyandera beberapa jurnalis dan kru televisi hingga sekitar 30 menit kemudian polisi datang dan mengaku telah membebaskan semua staf serta menangkap 13 orang.

Hal tersebut terjadi pasca Presiden Ekuador Daniel Noboa mengumumkan situasi darurat nasional selama 60 hari pada Senin (8/1) karena kaburnya salah satu pemimpin gangster paling terkenal dari penjara, Jose Adolfo Macias atau yang dikenal sebagai Fito.

"Kami juga mengumpulkan informasi tentang keselamatan warga negara dan institusi Tiongkok di Ekuador dan kami telah mengingatkan mereka melalui berbagai saluran untuk melakukan tindakan pencegahan," tambah Mao Ning.

Sejauh ini, menurut Mao Ning, tidak ada laporan kematian atau cedera warga Tiongkok di Ekuador.

"Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar serta Konsulat kami di Ekuador akan terus mengikuti perkembangan di lapangan dan memberikan perlindungan dan bantuan konsuler kepada warga negara Tiongkok," ungkap Mao Ning.

Pemerintah Tiongkok, kata Mao Ning, mendukung pemerintah Ekuador dalam menjaga stabilitas sosial dan berharap agar negara tersebut dapat memulihkan ketertiban sesegera mungkin.

"Kami juga berharap Ekuador dengan sungguh-sungguh menjamin keselamatan masyarakat dan institusi Tiongkok di Ekuador," kata Mao Ning.

Gangguan keamanan meluas di Ekuador terjadi setelah Jose Adolfo Macias, pemimpin geng Los Choneros, kabur dari penjara di kota Guayaquil. Sejumlah narapidana dilaporkan menyandera beberapa sipir dan mengancam akan membunuh mereka jika tentara dikerahkan untuk mengendalikan penjara.

Kelompok tersebut punya aliansi dengan kartel narkoba Sinaloa yang berkuasa di Meksiko dan menyelundupkan narkoba dari Kolombia melalui kota-kota pelabuhan Ekuador ke AS dan Eropa.

Di Guayaquil, sebanyak delapan orang tewas dan dua orang luka-luka dalam serangan yang terkait dengan geng kriminal pada Selasa (9/1).

Presiden Noboa memerintahkan angkatan bersenjata untuk "menetralisir" geng yang digambarkan sebagai "organisasi teroris". Toko-toko, sekolah, kantor pemerintah dan gedung-gedung ditutup, para pekerja pun dipulangkan.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

Bukan Sekadar Kebakaran! Presiden Minta Usut Dugaan Koneksi Pembakar Lahan dan Korporasi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.