• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Pendekatan Rasional dalam ...

Pendekatan Rasional dalam Memecahkan Masalah

Selasa, 09 Jan 2024, 06:25 WIB

Ditemukannya lempengan tanah liat Babilonia dengan nama Si.427 melalui sebuah penggalian di situs Kekaisaran Babilonia, hasilnya menyebutkan pemerintahan itu memiliki banyak proyek bangunan dan infrastruktur yang menunjukkan pencapaian Babilonia yang mengesankan dalam bidang arsitektur dan teknik.

Proyek yang dikerjakan mencakup proyek-proyek yang diprakarsai oleh para penguasa Kekaisaran Babilonia Lama dan penerus mereka. Prestasi mereka yang paling menonjol adalah penciptaan Taman Gantung Babilonia, salah satu dari tujuh keajaiban dunia kuno yang para arkeolog coba temukan selama berabad-abad.

Ket. Foto: — Sumber: Universitas New South Wales

"Setelah Anda memahami apa itu tripel Pythagoras, masyarakat Anda telah mencapai tingkat kecanggihan matematika tertentu," kata Dr Daniel Mansfield dikutip dari laman UNSW.

Ia mengungkapkan kekagumannya atas apa yang mampu dicapai oleh orang Babilonia kuno. Masyarakat Babilonia tidak hanya memahami prinsip penting ini 1.100 tahun sebelum Pythagoras "menemukannya," tetapi mereka juga tahu bagaimana menerapkannya di dunia nyata.

"Dalam masyarakat yang kompleks, para pembangun kerajaan Babilonia kuno bercita-cita untuk menciptakan pendekatan rasional dalam pemecahan masalah yang sangat penting bagi keberhasilan mereka," kata Mansfield seraya mengatakan bahwa apa yang sebenarnya dilakukan Pythagoras adalah menemukan kembali prinsip yang telah dipahami dan digunakan oleh orang Babilonia 1.100 tahun sebelum ia dilahirkan.

Yang menarik lagi Pythagoras diketahui pernah melakukan perjalanan ke kawasan Timur Dekat. Wilayah ini sering digunakan oleh arkeolog dan sejarawan untuk merujuk kepada kawasan Asia Barat terutama Levant atau Syam (sekarang Palestina, Libanon, Suriah dan Yordania), Anatolia (sekarang Turki), Mesopotamia (Irak dan Suriah timur), dan Plato Iran (Iran).

Menurut tradisi lisan, Pythagoras mengenyam pendidikannya di kawasan Timur Dekat. Sejarawan pada zaman modern sendiri telah menunjukkan bahwa budaya Yunani Arkais sangat dipengaruhi oleh budaya-budaya di Timur Dekat.

Seperti pemikir-pemikir penting lainnya di Yunani Kuno, Pythagoras konon pernah berguru di Mesir. Ia belajar bahasa Mesir dari Firaun Amasis II. Sumber ini juga mengklaim bahwa ia pernah berguru dengan imam-imam Mesir di Diospolis (Thebes), dan ia adalah satu-satunya orang asing yang diperbolehkan ikut serta dalam ibadah mereka. hay/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.