Lima Orang Tewas dalam Tabrakan Pesawat di Bandara Tokyo

Rabu, 03 Jan 2024, 01:18 WIB

TOKYO - Sebanyak lima orang tewas dan belasan lain luka-luka ketika sebuah pesawat jet penumpang milik maskapai Japan Airlines bertabrakan dengan pesawat milik satuan penjaga pantai Jepang, dan terbakar saat mendarat di bandara Tokyo, Selasa (2/1).

Pesawat penjaga pantai itu membawa bantuan untuk para korban gempa kuat yang mengguncang negara itu pada hari pertama tahun 2024 dan menewaskan sedikitnya 48 orang.

Ket. Foto: Pesawat Japan Airlines terbakar di landasan pacu bandara Haneda Tokyo, Selasa (2/1). — Sumber: Istimewa

Dilansir oleh Independent, rekaman dari dalam pesawat Japan Airlines Airbus-A350, yang membawa 379 orang, termasuk delapan anak-anak, menunjukkan asap mengepul dari bawah sayapnya saat mendarat di bandara Haneda Tokyo sekitar pukul 17.45 waktu setempat.

Saat terhenti, pesawat itu dilalap api ketika tim penyelamat bergegas mengevakuasi semua penumpang.

"Tampaknya pesawat tersebut, yang terbang dari Shin Chitose di pulau Hokkaido, menabrak pesawat penjaga pantai Jepang yang meluncur ke landasan pacu sekitar satu jam sebelum tabrakan, tetapi belum lepas landas," kata wakil direktur Penjaga Pantai Jepang, Yoshio Seguchi.

Lima awak pesawat penjaga pantai dilaporkan tewas dalam tabrakan tersebut. Pilotnya selamat namun kondisinya serius.

Pakar penerbangan mengatakan bahwa pesawat yang tidak bergerak yang ditabrak oleh pesawat yang bergerak kemungkinan besar akan mengalami kerusakan parah. Namun penyiar stasiun televisi Jepang, NHK, mengutip Departemen Pemadam Kebakaran Tokyo, mengatakan, sedikitnya 17 orang yang dievakuasi dari pesawat penumpang terluka.

Menteri Transportasi, Tetsuo Saito, mengatakan Dewan Keselamatan Transportasi Jepang (JTSB), polisi dan departemen lain akan menyelidiki kecelakaan itu.

Seorang penumpang dalam penerbangan komersial tersebut menggambarkan momen saat pesawat mereka tampak bertabrakan dengan pesawat lain.

"Saya merasakan ledakan," kata penumpang yang tidak disebutkan namanya kepada kantor berita Kyodo, "seperti kami menabrak sesuatu dan tersentak ke atas saat kami mendarat. Saya melihat percikan api di luar jendela dan kabin dipenuhi gas dan asap."

Anton Deibe, 17 tahun, yang melakukan perjalanan dengan saudara perempuan dan orang tuanya, mengatakan kepada surat kabar Swedia Aftonbladet : "Seluruh kabin dipenuhi asap dalam beberapa menit. Kami menjatuhkan diri ke lantai. Kemudian pintu darurat dibuka dan kami bergegas ke sana."

"Asap di dalam kabin sangat menyengat. Itu adalah neraka. Kami tidak tahu kemana kami akan pergi, jadi kami langsung lari ke lapangan. Itu adalah kekacauan."

Ajaibnya, pihak berwenang setempat menyebutkan bahwa seluruh penumpang Japan Airlines yang berjumlah 379 orang, termasuk 12 awak kapal, selamat tanpa cedera yang mengancam jiwa.

Namun segera diketahui bahwa lima awak penjaga pantai tewas dalam kecelakaan itu.

Perdana Menteri Fumio Kishida menyampaikan belasungkawanya kepada keluarga lima orang yang tewas, dan memuji upaya mereka untuk memberikan bantuan kepada para korban gempa.

"Mereka dipenuhi dengan tekad yang kuat untuk menjalankan misi, dan sangat disesalkan dan menyedihkan apa yang terjadi pada mereka," katanya tentang para kru. "Saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang selamat."

Ia menambahkan, bencana tersebut tidak akan mempengaruhi upaya bantuan kepada korban gempa.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.