Masyarakat Kuras Tabungan Guna Penuhi Kebutuhan Harian

Kamis, 28 Des 2023, 00:04 WIB

» Rata-rata proporsi pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio) turun dari 15,7 persen per Oktober menjadi 15,4 persen per November 2023.

» Pertumbuhan ekonomi yang tidak begitu tinggi berbanding lurus dengan pendapatan masyarakat yang tidak naik.

Ket. Foto: Pertumbuhan ekonomi — Sumber: ISTIMEWA

JAKARTA - Masyarakat, khususnya kelas menengah ke bawah, ditengarai mulai menguras tabungannya guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE), Mohammad Faisal, mengatakan fenomena "makan tabungan" di masyarakat terutama karena pengeluaran yang tak sebanding dengan pendapatan, terutama kelas menengah.

Mengacu dari beberapa indikator, Faisal membenarkan bahwa akhir-akhir ini memang ada kecenderungan masyarakat untuk menggunakan tabungannya guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Memang ada indikasi yang cukup kuat bahwa kalangan menengah ini sudah sedemikian rupa spending-nya sehingga harus menggunakan tabungan mereka, baik untuk konsumsi maupun bayar cicilan," kata Faisal kepada Antara, di Jakarta, Rabu.

Fenomena "makan tabungan" yang saat ini ramai diperbincangkan merupakan suatu keadaan yang mana masyarakat berbelanja melebihi dari pendapatan yang diterimanya sehingga terpaksa untuk menggunakan tabungannya.

Faktor utama yang mempengaruhi fenomena tersebut, yaitu meningkatnya biaya hidup, termasuk harga barang yang kian melonjak tidak sebanding dengan pertumbuhan pendapatan masyarakat kelas menengah.

Tekanan yang dihadapi masyarakat kelas menengah juga tecermin dari indikator penduduk berdasarkan golongan pendapatan. Apabila mengacu pada indikator pembagian penduduk menjadi 5 kuintil, Faisal menjelaskan bahwa saat ini tingkat pertumbuhan pengeluaran paling rendah ada di kuintil 4 yang justru merupakan masyarakat dengan tingkat pendapatan menengah, disusul dengan kuintil 3, 2, dan 1.

"Kalau kelas bawah kan umumnya dari dulu susah nabung, tapi kalau kalangan menengah semestinya sebagian income mereka masih bisa ditabung. Kalau semakin kecil tabungannya, berarti kalangan menengah semakin kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya," katanya.

Berdasarkan survei konsumen oleh Bank Indonesia (BI), rata-rata proporsi pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio) mengalami penurunan dari 15,7 persen pada Oktober 2023 menjadi 15,4 persen pada November 2023.

Kemudian, proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) juga turut mengalami penurunan dari 75,6 persen pada Oktober 2023 menjadi 75,3 persen pada November 2023.

Hal itu berbanding terbalik dengan proporsi pembayaran cicilan atau utang (debt to income ratio) yang meningkat menjadi 9,3 persen pada November 2023, dibandingkan bulan Oktober 2023 sebesar 8,8 persen.

"Jadi yang disampaikan dari survei BI itu adalah proporsi tabungan dan juga pembayaran cicilan kredit terhadap total income, yang mana untuk tabungan semakin kecil proporsinya, sementara yang konsumsi semakin besar dan juga cicilan relatif stabil," kata Faisal.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, mengakui terjadinya perlambatan pertumbuhan DPK pada November 2023 yang tercatat sebesar 3,04 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Bergantung Upah

Pakar sosiologi sekaligus pengamat perdesaan dari Universitas Brawijaya, Malang, Imron Rozuli, mengatakan alokasi konsumsi sering kali menyedot tabungan yang dimiliki. Hal itu merupakan hal yang lumrah dan sudah menjadi habit di masyarakat. Apalagi bagi kelas menengah pekerja bukan wirausaha, pendapatan mereka sangat bergantung upah atau gaji. Sementara kenaikan upah dan gaji masih di bawah kenaikan kebutuhan dan pengeluaran lainnya.

Sementara itu, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Katolik Atmajaya Jakarta, YB. Suhartoko, mengatakan dalam situasi pertumbuhan ekonomi yang tidak begitu tinggi tentu saja pendapatan masyarakat juga tidak mengalami peningkatan secara signifikan, bahkan sebagian masyarakat mengalami penurunan pendapatan.

"Ketika pendapatan turun, tidak serta-merta menurunkan konsumsi, butuh waktu konsumsi menyesuaikan penurunan pendapatan. Makanya, tabungan akan turun karena masyarakat menguras tabungannya untuk mempertahankan konsumsi.

"Kondisi ini dalam jangka pendek masih dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, namun dalam jangka menengah dan panjang daya ungkit konsumsi akan menurun," kata Suhartoko.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini, Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.