Usai Penetapan UNESCO, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Canberra Promosikan Bahasa Indonesa
Selasa, 19 Des 2023, 04:52 WIBJakarta - Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Canberra Mukhamad Najib siap promosikan Bahasa Indonesia, setelah ditetapkan menjadi bahasa resmi Konferensi Umum UNESCO pada 20 November 2023.
Najib mengatakan perlunya memaksimalkan peluang-peluang baru untuk menguatkan promosi bahasa Indonesia di Australia, saat mengisi acara Focused Group Discussion (FGD) Strategi Promosi Bahasa Indonesia yang diadakan Konsulat Jenderal RI (KJRI) Sydney pada Senin (18/12).
"Jika siswa Australia tidak belajar bahasa Indonesia, maka mereka akan tertinggal, mengingat bahasa Indonesia bukan sekedar bahasa kebudayaan, tapi di masa depan bahasa Indonesia akan menjadi bahasa ilmu pengetahuan dan bahasa ekonomi penting yang perlu dipelajari masyarakat dunia," jelas Najib, dalam rilis KBRI pada Senin.
Saat ini, menurut Najib ada dua momentum baru yang perlu dimanfaatkan oleh seluruh pemangku kepentingan di Australia.
Pertama adalah kebijakan pemerintah Federal Australia yang ingin meningkatkan Asia Literacy kepada siswa dengan memberikan pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah-sekolah.
Momentum kedua adalah penetapan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi dalam konferensi umum UNESCO yang dengan penetapan ini Bahasa Indonesia memilikipositioningbaru yang perlu dikomunikasikan kepada masyarakat Australia.
Menurut Najib saat ini ada 600 sekolah di Australia mengajarkan bahasa Indonesia dengan lebih dari 100 ribu siswa yang mengikuti dan Bahasa Indonesia menjadi lima teratas bahasa asing yang dipelajari.
Sementara itu Presiden Australia Indonesia Association (AIA) New South Wales (NSW) Patrick Hanna yang mengikuti FGD mengatakan promosi bahasa di NSW perlu difokuskan pada sekolah yang dapat menjadi percontohan.
"Hal ini akan membuat sekolah lain untuk ikut mengembangkan Bahasa Indonesia di sekolahnya," lanjut Hanna.
Sementara Konsul Jenderal RI Sydney Vedi Kurnia Buana mengungkapkan bahwa pihaknya mendukung agenda-agenda promosi Bahasa Indonesia di NSW, termasuk dengan mengirimkan guru bantu ke sekolah-sekolah.
Acara FGD tersebut diikuti AIA-NSW, akademisi Universitas Sydney, Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya KJRI Sydney, serta penggiat Bahasa Indonesia dari UNSW.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Miris! 2.663 Pegawai Pemprov Jabar Gila Judol, Mayoritas PPPK, Sanksi Pecat Menanti
-
Final Piala Dunia Dijaga Ketat: NORAD Berlakukan Pembatasan Terbang, Presiden AS, Kanada, dan Meksiko Hadir!
-
Punya Histori Kuat, Indonesia dan Iran Bersatu untuk Fokus ke Sektor Ini!
-
Resmi! Jember Fashion Carnaval 2026 Rilis Tema HEAL, saat Fashion Suarakan Kepedulian pada Manusia dan Bumi
-
Jangan Sekadar Slogan, Tema Kemerdekaan Momentum Benahi Pendidikan
-
Beijing Ditetapkan sebagai Ibu Kota Arsitektur Dunia UNESCO-UIA 2029
-
Jakarta Robotic Games Jadi Agenda Tahunan, Gubernur Pramono: Cetak Talenta AI
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.