Provokasi Korut Pengaruhi Pemilu Korsel dan AS

Jumat, 15 Des 2023, 02:40 WIB

SEOUL - Korea Utara (Korut) mungkin akan melakukan provokasi militer dan perang psikologis, serta meningkatkan ketegangan untuk mempengaruhi pelaksanaan pemilu di Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) pada tahun 2024. Informasi itu diungkapkan Korea Institute for National Unification (KINU) pada Rabu (13/12) dalam laporan tahunannya.

"Pemilu ini akan menjadi faktor penting dalam membentuk pendekatan kebijakan luar negeri dan keputusan strategis Korut pada tahun mendatang," kata para ahli di KINU dalam penjelasan mengenai prakiraan lanskap keamanan di Semenanjung Korea pada tahun 2024.

Ket. Foto: Proyeksi KINU I Ahli dari Korea Institute for National Unification (KINU) mengikuti konferensi pers di Seoul pada Rabu (13/12). — Sumber: Yonhap

Tahun 2024 akan menjadi tahun peristiwa pemilu yang penting, dengan pemilihan presiden di Taiwan dijadwalkan pada Januari, Russia pada Maret, dan AS pada November. Selain itu, Korsel juga akan mengadakan pemilu legislatif pada April untuk memilih 300 anggota parlemen yang akan bertugas di Majelis Nasional selama empat tahun ke depan.

"Ada kemungkinan bahwa Korut akan meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea dengan mengadopsi pendekatan diplomatik yang lebih berani dan terlibat dalam provokasi militer yang secara khusus menargetkan pemilu besar di blok liberal," kata peneliti senior KINU, Kim Jin-ha.

"Dinamika konfrontasi yang terjadi antara AS dan Russia, serta AS dan Tiongkok, akan memainkan peran yang menentukan dalam membentuk perilaku dan intensitas provokasi yang diprakarsai oleh Korut," imbuh Kim.

Kim juga menggarisbawahi bahwa Korsel khususnya harus mempersiapkan diri menghadapi apa yang dapat dikategorikan sebagai perang hibrida gaya Korut yang menggunakan kombinasi taktikonlinedanoffline.

Perkuat Nuklir

Sementara itu Direktur Divisi Riset Kebijakan Unifikasi, Chung Sung-yoon, berpendapat bahwa Korut mungkin akan mempertahankan posisi dasarnya dalam memperkuat kemampuan nuklir dan terlibat dalam negosiasi pelucutan senjata dengan AS dengan pijakan yang setara, daripada melakukan negosiasi denuklirisasi.

"Jika Korut menganggap kemampuan nuklirnya tidak mencukupi (untuk perundingan perlucutan senjata), kemungkinan besar mereka tidak akan terpaku pada dialog dengan AS bahkan jika Trump kembali berkuasa," kata Chung.

Sedangkan peneliti KINU lainnya, Dr Hyun Seung-soo, menegaskan bahwa kemungkinan besar terpilihnya kembali Presiden Russia, Vladimir Putin, pada pemilu Maret 2024, yang akan membuatnya tetap menjabat di Kremlin hingga tahun 2036, diperkirakan akan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi hubungan yang lebih kuat antara Korut dan Russia.ST/Yonhap/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

Tim Gabungan Kendalikan Titik Api di TPSA Ciniru Kuningan

Iran Ancam Anggap Musuh Siapa Pun yang Ikut Blokade Ekonomi AS

Kanada Balas Tarif Trump, Siap Bidik Baja hingga Elektronik AS

Tragedi Shalat Jumat di Nigeria: Masjid Diserbu Geng Motor, 60 Jemaah Raib Diculik

Modus Baru, Penipu di Kamboja Jual Jasa 'Anti-Banned' untuk Kuras Data Medsos

Bangladesh Punya Presiden Baru Setelah Pemilu Sengit 35 Tahun Terakhir

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.