DPR Setujui Penyelidikan Pemakzulan Presiden Biden

Jumat, 15 Des 2023, 02:59 WIB

WASHINGTON DC - Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (AS) pada Rabu (13/12) melakukan pemungutan suara untuk menyetujui penyelidikan pemakzulan terhadap Presiden Joe Biden. Persetujuan ini semakin meningkatkan pertarungan antara Partai Republik dengan Demokrat menjelang pemilu 2024, sementara Biden mengecam tindakan ini dan menyebutnya sebagai tindakan yang tidak berdasar.

Partai Republik, yang memanfaatkan kesepakatan internasional kontroversial putra Biden, Hunter, sejauh ini memang belum memberikan bukti adanya korupsi yang dilakukan presiden, dan Senat yang dipimpin Partai Demokrat kemungkinan besar tidak akan menghukumnya bahkan jika penyelidikan tersebut benar-benar mengarah pada persidangan pemakzulan.

Ket. Foto: Penyelidikan Pemakzulan I Presiden AS, Joe Biden (kanan), bersama anaknya, Hunter Biden, saat tiba di Hancock Field Air National Guard Base di Syracuse, New York, pada 4 Februari lalu. Pada Rabu (13/12) DPR AS melakukan pemungutan suara untuk menyetujui penyelidikan pemakzulan ­terhadap Presiden Biden terkait bisnis anaknya. — Sumber: AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS

Terlepas dari itu, prosedur tersebut menjamin Partai Republik memiliki platform baru dan penting untuk menyerang Biden saat ia berkampanye untuk terpilih kembali dan untuk mengalihkan perhatian dari persidangan pidana federal yang dihadapi penantangnya, Donald Trump.

Pemungutan suara 221 berbanding 212 dilakukan sesuai dengan garis ketat partai, dengan setiap anggota Partai Republik memberikan suara mendukungnya dan setiap anggota Partai Demokrat menentangnya.

Kalangan konservatif menuduh putra Biden yang bermasalah, Hunter, memperdagangkan pengaruh keluarga dalam skema bayar untuk bisa memuluskan urusan bisnisnya di Ukraina dan Tiongkok. Tuduhan terhadap Hunter Biden mengacu pada insiden yang terjadi sebelum ayahnya menjadi presiden, dan Gedung Putih menekankan bahwa tidak ada kesalahan yang dilakukan.

Biden sendiri memberikan tanggapan segera setelah pemungutan suara, dengan menuduh Partai Republik mengulur waktu di bidang-bidang penting seperti pendanaan pemerintah dan terobsesi untuk mencetak poin politik menjelang pemilu.

"Alih-alih melakukan apa pun untuk membantu membuat kehidupan orang Amerika lebih baik, mereka justru fokus menyerang saya dengan kebohongan," kata Biden dalam sebuah pernyataan. "Daripada melakukan pekerjaan mendesak yang perlu dilakukan, mereka memilih membuang-buang waktu untuk aksi politik tak berdasar yang bahkan diakui oleh Partai Republik di Kongres karena tidak didukung oleh fakta," imbuh dia.

Sementara itu Partai Republik bersikeras bahwa langkah ini ada manfaatnya.

"Ketika Presiden Biden terus menolak panggilan pengadilan yang sah di Kongres, pemungutan suara hari ini di DPR telah mengesahkan penyelidikan dan ini menempatkan kami pada posisi terkuat untuk menegakkan panggilan ini di pengadilan," kata Ketua DPR AS, Mike Johnson, dan anggota kepemimpinan Partai Republik lainnya.

Tidak Ada Bukti

Hunter Biden, yang kehidupan pribadi dan urusan bisnisnya yang kacau, telah menjadi magnet bagi teori konspirasi sayap kanan dan investigasi media. Menanggapi perkembangan terbaru ini, ia pun mengeluarkan pernyataan kecaman di Washington DC.

"Ayah saya tidak terlibat secara finansial dalam bisnis saya," kata Hunter yang berbicara kepada wartawan di Capitol Hill, setelah menolak menghadiri sidang tertutup yang dipimpin oleh Partai Republik di dalam gedung.

Partai Republik pertama kali mulai menyelidiki kemungkinan pemakzulan Biden pada awal tahun ini. Sidangnya sendiri telah dimulai akhir September lalu yang mengarah pada keputusan untuk mengadakan pemungutan suara pada Rabu.

Namun, para ahli yang diwawancarai selama persidangan mengatakan tidak ada bukti yang membenarkan pemakzulan Biden. Sedangkan Partai Demokrat mengatakan Partai Republik hanya bermain politik. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

BNPB Perkuat OMC-Armada Pemadaman Karhutla di Kalimantan

Panen Durian dan Manggis di Lebak Serap Ribuan Tenaga Kerja

Labuan Bajo Normal Pascagempa NTT, Kemenpar Minta Aktivitas Wisata Utamakan Keselamatan

Nicolas Cage Akhirnya akan Kembali dalam National Treasure 3

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.