PBB Butuh US$46,4 Miliar untuk Bantuan Kemanusiaan pada 2024

Selasa, 12 Des 2023, 00:02 WIB

NEW YORK - PBB, pada hari Senin (11/12), mengatakan mereka membutuhkan 46,4 miliar dollar AS tahun depan untuk menyelamatkan jiwa 180,5 juta orang yang berada dalam keadaan putus asa di seluruh dunia.

Dikutip dari Barron, PBB mengatakan prospek kemanusiaan global pada tahun 2024 suram, dengan adanya konflik, keadaan darurat iklim dan keruntuhan ekonomi yang "menimbulkan malapetaka" pada kelompok yang paling rentan.

Ket. Foto: Menteri untuk Perubahan Iklim dan Lingkungan Uni Emirat Arab, Mariam Almheiri — Sumber: GIUSEPPE CACACE/AFP

"Tanpa dana yang cukup untuk memberikan bantuan, orang-orang akan membayar dengan nyawa mereka," kata badan ini memperingatkan.

Sementara itu, KTT Iklim PBB, Conference of the Parties 28 (COP-28) di Dubai, baru-baru ini sepakat untuk mengucurkan pendanaan iklim untuk pangan dan pertanian sebesar tiga miliar dollar AS.

Dikutip dari The Straits Times, tambahan dana dalam jumlah besar itu akan digunakan untuk benih tanaman yang lebih tahan terhadap kekeringan pengembangbiakan sapi yang mengeluarkan lebih sedikit gas metana, dan melacak ternak untuk mencegah deforestasi, yang dibutuhkan dunia untuk berkontribusi dalam memerangi perubahan iklim.

Selain itu, pemerintah, lembaga filantropi, dan dana swasta meningkatkan pendanaan untuk mengatasi gas metana di bidang pertanian, mengakhiri deforestasi, dan inovasi cerdas iklim, seiring dengan KTT ini yang pada akhirnya menjadikan makanan dunia sebagai prioritas utama dalam agendanya.

Atasi Perubahan Iklim

Memastikan keterbatasan sistem pangan dan mengatasi perubahan iklim dengan lebih baik adalah kunci untuk mencapai tujuan ramah lingkungan, terutama seiring dengan pertumbuhan populasi.

Dari sektor pertanian hingga sektor pangan, makanan menyumbang sekitar sepertiga emisi gas rumah kaca dan juga semakin terancam oleh kenaikan suhu, cuaca yang tidak menentu, dan perubahan pola hujan. Lebih banyak dana akan membantu mempercepat teknologi dan strategi yang diperlukan untuk pertempuran ini.

"Bahkan jika kita mampu memperbaiki transisi energi yang adil dan beralih ke energi terbarukan, kita tetap tidak akan mampu mencapai suhu 1,5 derajat jika kita tidak menyelesaikan permasalahan sistem pangan," kata Menteri untuk Perubahan Iklim dan Lingkungan Uni Emirat Arab, Mariam Almheiri, dalam sebuah wawancara.

"Itulah besarnya tujuan yang ingin dicapai. Sistem pangan kini akan menjadi pusat perhatian dalam semua COP di masa depan."

Penghitungan resmi KTT untuk pendanaan proyek pangan tidak termasuk pengumuman terkait lainnya selama beberapa minggu terakhir, seperti Inisiatif Aman Afrika dan Timur Tengah senilai 10 miliar dollar AS, sebuah proyek publik-swasta yang secara resmi diluncurkan 3 Desember untuk memajukan kebijakan cerdas iklim.

Sekelompok organisasi filantropi pada 10 Desember menjanjikan tambahan dana sebesar 302 juta dollar AS untuk transisi iklim pangan. "Janji tersebut masih perlu diikuti dengan uang dan tindakan nyata. Pendanaan selama bertahun-tahun tertinggal dari jumlah yang dikucurkan ke banyak sektor lain dan kesenjangan dalam kebutuhan pertanian pangan sangat besar," kata Barbara Buchner, Direktur Pelaksana Global di Climate Policy Initiative.

Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian PBB, Food and Agriculture Organisation (FAI), tantangannya sangat besar. Dalam tiga dekade terakhir, produksi tanaman dan peternakan senilai 3,8 triliun dollar AS hilang akibat bencana termasuk banjir dan kekeringan. Namun di luar peristiwa-peristiwa yang menjadi berita utama tersebut, ada pula kondisi yang memburuk secara perlahan dan berbahaya bagi jutaan petani di seluruh dunia.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.