“Yield' Obligasi AS “Rebound', Rupiah Kembali Tertekan

Rabu, 06 Des 2023, 00:02 WIB

JAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) yang ditransaksikan di pasar uang antarbank di Jakarta pada Selasa (5/12) pagi merosot sebesar 39 poin atau 0,25 persen ke level 15.502 per dollar AS dibandingkan sebelumnya 15.463 per dollar AS.

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, mengatakan melemahnya rupiah itu karena imbal hasil (yield) obligasi AS mengalami rebound. "Yield obligasi Treasury AS tenor 10 tahun mengalami rebound menjadi hampir 4,3 persen dari level terendah dalam tiga bulan terakhir," kata Josua kepada Antara di Jakarta, Selasa (5/12).

Ket. Foto: — Sumber: Sumber: BI - KORAN JAKARTA/ONES

Dia pun memproyeksikan rupiah hari ini berpotensi bergerak di kisaran 15.410-15.550 per dollar AS.

Selain karena rebound, para pelaku pasar juga sedang menunggu dan mengukur prospek kebijakan moneter Bank Sentral AS atau Federal Reserve (the Fed) lebih lanjut, dan mengantisipasi data pasar tenaga kerja AS yang akan diumumkan pada pekan ini.

Laporan lowongan pekerjaan Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) dijadwalkan pada Selasa, data tenaga kerja Automatic Data Processing (ADP) AS pada Rabu, dan payroll bersama dengan tingkat pengangguran pada Jumat.

The Fed juga dipandang akan cenderung mempertahankan tingkat suku bunga acuannya pada level 5,50 persen di Federal Open Market Committee (FOMC) Desember 2023, dan mulai menurunkan suku bunga di tahun depan lebih cepat dari ekspektasi awal.

Bank Indonesia (BI) sendiri mengatakan upaya stabilisasi nilai tukar rupiah terus diperkuat agar sejalan dengan nilai fundamentalnya dan mendukung pengendalian inflasi dari barang impor.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, sebelumnya mengatakan nilai tukar rupiah tercatat stabil dibandingkan mata uang beberapa negara Asia lainnya. Nilai tukar rupiah pada 22 November 2023 menguat 1,99 persen dibandingkan dengan posisi akhir Oktober 2023. Penguatan nilai tukar rupiah itu didorong aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek ekonomi yang tetap baik di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi.

Beragam Faktor

Pakar ekonomi dari Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI), Surabaya, Leo Herlambang, yang diminta pendapatnya, mengatakan meskipun obligasi AS mengalami kenaikan, namun pelemahan rupiah hari ini merupakan dinamika biasa karena dampak beragam faktor internal maupun eksternal.

Bulan lalu, rupiah melemah dari 15.500 menjadi 15.900, hingga beberapa hari yang lalu berhasil rebound menjadi kisaran 15.400 karena berbagai faktor internal, antara lain pasar melihat para pasangan capres telah ditetapkan, dan gejolak atau reaksi terhadap pasangan-pasangan tersebut masih dalam batas kewajaran sehingga memberikan rasa aman kepada investor.

"Sedangkan penurunan rupiah hari ini merupakan dinamika rutin yang wajar setelah menguat cukup kuat, bukan semata karena faktor eksternal, tapi dari banyak faktor campuran dalam dan luar," ungkapnya.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

BNPB Perkuat OMC-Armada Pemadaman Karhutla di Kalimantan

Panen Durian dan Manggis di Lebak Serap Ribuan Tenaga Kerja

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.