Kawasan Stasiun Bojonggede Mesti Ditata

Rabu, 06 Des 2023, 04:00 WIB

BOGOR - Kawasan Stasiun Bojonggede perlu ditata guna mengurai kemacetan dan kesemrawutan yang terjadi setiap hari seperti selama ini.
"Diperlukan penataan yang baik lingkungan sekitar kawasan stasiun Bojonggede seperti pengaturan para pedagang kaki lima atau PKL," ujar Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Suharto, Selasa (5/12).

Selain itu, juga perlu menertibkan angkutan agar tidak berhenti sembarangan. Mereka perlu diberi ruang untuk menunggu penumpang agar tidak ngetem sembarangan. Parkir liar juga harus ditertibkan karena sering makan badan jalan.

Ket. Foto: Plt Kepala BPTJ Suharto meninjau Skybridge di Terminal Bojonggede yang terhubung ke Stasiun Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. — Sumber: ANTARA/M Fikri Setiawan

Untuk itu, Suharto berpikir bahwa di sekitar stasiun perlu dibangun park and ridedan jalan akses melalui belakang terminal Bojonggede.

Langkah ini perlu untuk mendukung Sistem Satu Arah (SSA). Tapi ini menjadi tanggung jawab pemerintah daerah setempat atau Kabupaten Bogor. Suharto menyampaikan, uji coba operasional Skybridge Bojonggede yang dimulai hari Selasa (5/12) kemarin bukan berarti kemacetan di kawasan Bojonggede otomatis hilang. Ini khususnya sekitar Stasiun Bojonggede.

Menurut Suharto, dukungan masyarakat juga akan menjadi faktor penting dalam menjaga efektivitas Skybridge Bojonggede sebagai fasilitas integrasi antarmoda. Untuk itu, BPTJ juga berharap masyarakat dapat memanfaatkan Skybridge Bojonggede ini dengan baik. "Jangan naik dan turun dari angkutan umum ataupun ojek daring di pinggir jalan karena hanya akan menimbulkan kemacetan," tandas Suharto.

Menurut dia, Skybridge Bojonggede merupakan wujud nyata dari upaya Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten Bogor untuk mencari solusi permasalahan kemacetan dan kesemrawutan sekitar Stasiun Bojonggede yang sudah sejak lama menjadi perhatian bersama.

Adapun uji coba dilakukan dengan menutup pintu selatan Stasiun Bojonggede yang dilakukan secara bertahap.

Tahap pertama Selasa, 5 Desember 2023 pintu Selatan tidak ditutup. Penumpang selalu diinformasikan terkait rencana penutupan. Tahap kedua, Rabu dan Kamis (6 dan 7 Desember 2023) pintu Selatan akan ditutup 2 kali.

Pertama dilakukan pukul 09.00 sampai dengan pukul 11.00 WIB. Kedua dilakukan pukul 14.00 sampai dengan 16.00 WIB. Tahap ketiga, Jumat (8/12) pintu Selatan akan ditutup sepanjang jam operasional stasiun yaitu pukul 04.00 sampai 24.00 WIB.

Dengan pemberlakuan tersebut, maka akses dari dan menuju Stasiun Bojonggede dialihkan melalui pintu hall Skybridge yang berada di Terminal Bojonggede. Skybridge yang telah selesai 100 persen dibangun BPTJ ini membentang sepanjang 243 meter dengan lebar 3 meter. Jembatan tersebut menghubungkan Stasiun Bojonggede dan Terminal Bojonggede.

Nantinya jembatan layang ini akan dihibahkan kepada Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor. Adapun untuk pengoperasian Skybridge Bojonggede akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor bekerja sama dengan PT KAI (Persero). n Ant/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.