Diharapkan Debat Capres-Cawapres Munculkan Pemikiran Baru

Rabu, 06 Des 2023, 00:00 WIB

JAKARTA - Dalam debat calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2024 diharapkan bisa memunculkan pemikiran baru untuk menghadapi tantangan ekonomi. Capres dan cawapres hendaknya bisa menguraikan lebih lanjut soal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (ABPN) 2024 sebesar 3.325 triliun rupiah.

"Kami berharap muncul pemikiran baru. Kami ingin tahu ekonomi persisnya apa tujuannya, pemikir-pemikirnya yang bisa mewakili suara dari tiga kandidat itu seperti apa clear-nya," kata Kepala Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LM FEB UI), Willem A Makaliwe, di sela-sela seminar bertajuk Dinamika Geopolitik dan Pengaruhnya pada Ekonomi dan Bisnis, di Jakarta, Senin (4/12).

Ket. Foto: Kepala Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Willem A. Makaliwe, pada seminar bertajuk Dinamika Geopolitik dan Pengaruhnya pada Ekonomi dan Bisnis, di Jakarta, Senin (4/12). — Sumber: ANTARA/BENARDY FERDIANSYAH

Selain itu, seperti dikutip dari Antara, Willem mengatakan capres dan cawapres juga memiliki gagasan-gagasan agar anggaran yang ada di SPBN dalam jumlah cukup besar itu dapat dialokasikan sesuai kebutuhan.

"Bagaimana kira-kira 3.200 triliun rupiah itu apa persisnya, dialokasikan yang betul-betul, tujuannya apa, hasil akhirnya. Itu yang kami tunggu dari debatnya. Tentu semua topik penting, politik luar negeri, keadaan domestik, itu semua penting, kebetulan karena kami ekonomi mungkin lihatnya ke sana," ujar Willem.

Transformasi Ekonomi

Diketahui, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut bahwa belanja APBN 2024 sebesar 3.325 triliun rupiah digunakan untuk mengakselerasi transformasi ekonomi. Transformasi ekonomi diperlukan untuk menghadapi gejolak dan perkembangan dinamika global yang masih dilanda ketidakpastian hingga saat ini.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan tema debat calon presiden dan calon wakil presiden dalam Pilpres 2024 berlangsung sebanyak lima kali.

Adapun tema debat ketiga yang dijadwalkan pada 7 Januari 2024, yakni ekonomi (kerakyatan dan digital), kesejahteraan sosial, investasi, perdagangan, pajak (digital), keuangan, dan pengelolaan APBN.

Tema debat tersebut merujuk pada visi nasional yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN).

Sementara itu, Wakil Presiden (Wapes), Ma'ruf Amin, menilai pelaksanaan debat khusus bagi cawapres bisa menunjukkan publik tentang pemahaman para calon terhadap persoalan yang dihadapi.

"Kalau sendiri itu artinya untuk mengukur kemampuan (calon) wapres itu menguasai persoalan-persoalan yang akan dihadapi. Bisa nggak, paham nggak (gitu kan) apa yang akan dihadapi. Kalau didampingi itu kan nanti bisa di-support. Bedanya itu saja," kata Wapres Ma'ruf Amin usai menghadiri acara di Depok, Jawa Barat, Selasa.

Wapres menyampaikan hal itu menanggapi wacana dihapusnya debat khusus cawapres dalam rangkaian kampanye Pilpres 2024 dan akan diganti dengan debat cawapres yang didampingi para capres.

Ia mengatakan Undang- Undang Pemilu sudah mengatur mekanisme debat pilpres, yakni tiga kali untuk capres dan dua kali bagi cawapres.

Menurut Wapres, ketentuan itu tidak mungkin dihilangkan karena akan menyalahi undang-undang. Namun, ia mengatakan pelaksanaannya tergantung kesepakatan para calon.

"Hanya memang nanti caranya bagaimana, waktu (debat) tiga capres seperti apa, dan dua cawapres seperti apa. Itulah tergantung nanti kesepakatan dari para (calon). Saya dengar belum final (penghapusan debat khusus cawapres)," kata Ma'ruf Amin.

Wapres mengatakan pada Pilpres 2019 yang diikutinya bersama Presiden Joko Widodo, tidak ada perdebatan sebelum debat capres-cawapres.

Namun, saat ini muncul perdebatan sebelum pelaksanaan debat karena muncul isu bahwa cawapres akan didampingi capres pada saat melakukan debat.

"Kalau dulu kan tidak ada perdebatan sebelum debat. Sekarang ada debat karena ada isu itu nanti didampingi. Kalau dulu pengalaman saya ada yang bareng capres dengan cawapres, ada yang capres sendiri, ada yang cawapres sendiri tanpa didampingi. Itu saya kira dulu begitu, mestinya seperti itu," ujar Wapres.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Eko S

Berita Terbaru

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.