Rawan 'Profit Taking'

Selasa, 05 Des 2023, 10:34 WIB

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi terkoreksi, hari ini (5/12). Pergerakan IHSG bakal dipengaruhi aksi ambil untung atau profit taking dan sikap investor yang menanti rilis data kinerja manufaktur atau purchasing managers' index (PMI) Tiongkok.

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana memproyeksikan IHSG dalam perdagngan, Selasa (5/12), rawan terkoreksi dengan support di posisi 7.023 dan resistance di level 7.120.

Ket. Foto: — Sumber: ISTIMEWA

Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (4/12) sore, ditutup menguat di tengah pelemahan bursa saham kawasan Asia. IHSG ditutup menguat 33,69 poin atau 0,48 persen ke posisi 7.093,60. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 0,43 poin atau 0,05 persen ke posisi 940,14.

"Bursa Asia bergerak mixed, ditengarai sikap wait and see pasar terhadap beberapa rilis data ekonomi pada pekan ini," sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, kemarin.

Dari mancanegara, pada Jumat (08/12) pekan ini, pasar mengharapkan data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) akan mencatatkan hasil yang baik agar soft landing segera tercapai. Pasar memproyeksikan nonfarm payrolls AS naik menjadi 180.000, atau lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya sebesar 150.000.

Selain itu, pasar memproyeksikan unemployment rate AS tetap stabil di level 3,9 persen year on year (yoy). Di Asia, pasar menantikan rilis data inflasi dan harga produsen Tiongkok yang diperkirakan turun menjadi minus 2,8 persen, akibat masih belum stabilnya perekonomian sektor riil di Tiongkok.

Dari Eropa, nilai tukar Euro juga telah meningkat baru-baru ini, namun mengalami pembalikan pada pekan lalu ketika data inflasi yang secara mengejutkan melemah, sehingga pasar memperkirakan adanya penurunan suku bunga bank sentral Eropa pada Maret 2024.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor meningkat yaitu dipimpin sektor teknologi 1,29 persen, diikuti sektor barang baku dan sektor energi yang masing-masing naik sebesar 0,97 persen dan 0,66 persen.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

Berita Terbaru

Rumah Adat di Kawasan Wisata Sade Lombok Terbakar.

Karhutla Jambi Meningkat, Wakapolda Cek Titik Panas dan Evaluasi Penanganan.

Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, Warga Aeropolis Banjarbaru Mulai Mengungsi.

Menteri PPPA Dorong UMKM Perempuan Jadi Penggerak Ekonomi Nasional

Pemerintah Tegaskan akan Terus Perkuat Pemberantasan Narkoba Transnasional

Netflix Umumkan Penayangan Dokumenter F1 Michael Schumacher Terbaru

Kementerian PU Tangani 1.229 Lokasi Kekeringan, Puluhan Ribu Hektare Sawah Diselamatkan

Polda Metro Jaya Berhasil Bongkar Percetakan Uang Palsu Rp36 Miliar di Tangsel

Pemerintah Siapkan Sebanyak 3.784 Unit Hunian Vertikal di Kawasan Manggarai

Pengendara Diminta Waspada karena Jasamarga Sedang Lakukan Pemeliharaan Tol Jakarta-Cikampek

Bogor Siapkan Embarkasi Haji 7 Lantai Rp142 Miliar, Konsepnya Mirip Zamzam Tower!

BPBD Kalsel Sebut Delapan Kabupaten/Kota Siaga Darurat Karhutla hingga Oktober

Harga Tiket AS Terbuka 2026 Tetap Tinggi, Sinner Absen Jadi Sorotan

Russell Menang Sprint GP Belanda, Antonelli Perlebar Keunggulan di Puncak Klasemen Formula 1

BPS Ungkap Warga Bisa Minta Pembaruan Data jika Pengelompokan Desil Tidak Sesuai

Sinner Mundur dari AS Terbuka, Alcaraz Kehilangan Rival Utama

Wamenkes Pastikan CKG dan Tracing TBC Bisa Jangkau Seluruh Masyarakat

Tiafoe Tantang Nakashima di Semifinal, Bejlek Lanjutkan Kejutan di Cincinnati

Bogor Siapkan Flyover Bomang 2027, Akses Bojonggede-Parung ke Cibinong Bakal Makin Cepat

Mercedes-Benz Perbarui C-Class dengan Desain Lebih Sporty

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.