Setelah Video Keluhannya Viral, Jabar Kirim Bantuan Pangan dan Dana Sikapi Keluhan Panti ODGJ Cilacap

Senin, 04 Des 2023, 01:54 WIB

Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengirim bantuan pangan dan sejumlah dana sebagai langkah dalam menyikapi keluhan dari panti rehabilitasi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Cilacap, Jawa Tengah, yang beredar dalam video berdurasi 5 menit 17 detik.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Barat Ida Wahida Hidayati menjelaskan bahwa bantuan tersebut disampaikan sehari setelah pimpinan panti ODGJ itu mengunggah videonya pada Sabtu (2/12).

"Petugas Dinas Sosial Provinsi Jabar langsung ke Cilacap untuk memberikan bantuan pangan dan bantuan tunai," kata Ida di Bandung, Minggu.

Ida menyebutkan bahwa beberapa ODGJ itu, menurut pimpinan panti Jasono dalam keterangannya melalui pesan WA, memang dikirim oleh Dinas Sosial Kabupaten Bandung.

"Kami langsung berkoordinasi dengan Dinsos Kabupaten Bandung. Berdasar keterangan dari Kadinsos Kabupaten Bandung, sebenarnya Dinsos Kabupaten Bandung sudah lama bekerja sama dengan panti tersebut dan mengakui yang dititipkan ke sana sebanyak 40 orang dan kebanyakan tidak diketahui keberadaan keluarganya atau istilahnya Mr X," tutur Ida.

Ida menuturkan bahwa saat ini Dinsos Kabupaten Bandung sedang berkoordinasi dengan pihak panti, untuk menemukan solusinya.

"Dinsos Kabupaten Bandung juga mengatakan akan menjemput pulang pasien di Cilacap tersebut, dan rencananya akan ditempatkan sementara di UPTD Dinsos Kabupaten Bandung di Baleendah, sambil terus mengupayakan reunifikasi," tutur Ida.

Dapat diinformasikan, beredar sebuah video keluhan dari pimpinan panti rehabilitasi Gangguan Jiwa dan Narkoba Tanbihul Ghofirin Cilacap, yang dibuat 2 Desember 2023 dan ditujukan pada Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin dan Menteri Sosial Tri Rismaharini.

Dalam video berdurasi 5 menit 17 detik yang diterima ANTARA tersebut, pimpinan panti mengeluhkan tidak adanya bantuan dana dari Dinsos Bandung, padahal sembilan bulan lalu pihak Dinsos Bandung menitipkan 40 ODGJ ke pantinya untuk direhabilitasi.

Menurut pengakuannya, selama waktu sembilan bulan tersebut, semua ODGJ itu dibiayai oleh dirinya karena dia mengetahui latar belakang orang-orang tersebut.

Padahal menurutnya, para keluarga ODGJ tersebut dimintai uang, bahkan ada yang sampai belasan juta rupiah untuk kebutuhan mereka selama dirawat.

"Namun sampai sekarang tidak ada yang sampai seratus ribu pun," ucapnya.

Pimpinan panti itu memohon perhatian dari Dinsos Bandung dan juga menyebut Penjabat Gubernur Jabar hingga Menteri Sosial dalam videonya tersebut.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

Tradisi Pasar Jajan, Kearifan Lokal Pekalongan Cermin Semangat Gotong Royong

Rantai Makanan Rusak, Harimau Terancam Masuk Permukiman dan Kehilangan Mangsa

Fantastis! Ribuan Robot Humanoid Bakal Adu Kemampuan di World Humanoid Robot Games

Piala Super Jerman Jatuh ke Tangan Muenchen

Hati-hati! Sindikat Pemalsuan Uang di Tangsel Hendak Edarkan ke Bank, Ini Modusnya

UMKM Tegal Punya Harapan Baru, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

Awal yang Baik bagi Madrid Bersama Mourinho Usai Tundukkan Espanyol

Program-program Unggulan Gorontalo akan Menuju Laut

Banjarmasin 5 Abad, Festival Tari Jadi Cara Rawat Tradisi Banjar

NU Menegaskan akan Menolak Penggunaan Uang dalam Muktamar. Politik Uang Itu Moral Bobrok

Jangan Tertipu! BP3MI Sulsel Ingatkan Warga Pilih Jalur Resmi Kerja di Luar Negeri

Awal yang Cantik di Periode Kedua, Mourinho bawa Madrid Kalahkan Espanyol 2-1

Lima Mahasiswa UI Bikin Gebrakan di AS, Jadi Satu-satunya Tim S-1 di Program Geosains Dunia

Mandi di Pantai Tuturuga Berujung Petaka, 4 Orang Terseret Ombak

Niat Awal Ingin Inspeksi, GM Pelindo Maumere Justru Berjibaku Selamatkan Korban Gempa Jatuh ke Laut

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan Layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.