Penerapan Kaidah ESG untuk Tingkatkan Daya Saing Indonesia
Jumat, 01 Des 2023, 05:24 WIBJAKARTA - Penerapan kaidah lingkungan, sosial, dan tata kelola pemerintahan (environmental, social and governance/ESG) dalam pembangunan infrastruktur bertujuan meningkatkan daya saing Indonesia.
"Kaidah-kaidah yang perlu diikuti dalam ESG adalah terutama untuk meningkatkan daya saing kita," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, saat menyampaikan pidato dalam acara ESG Lecture Kementerian PUPR, di Jakarta, Kamis (30/11).
Seperti dikutip dari Antara, ESG ini, lanjutnya, merupakan kriteria global terutama untuk pelaksanaan pembangunan infrastruktur tentang tata kelola.
Basuki mengatakan saat ini investor jika ingin masuk untuk menanamkan modalnya, mereka melihat terlebih dahulu tata kelolanya. "Jadi kalau investor mau masuk kemudian tata kelola kita kurang baik, pasti investor tidak mau masuk," kata Basuki.
Menurut dia, ESG merupakan parameter yang lazim digunakan dalam pelaksanaan pembangunan yang berkelanjutan.
"Dengan demikian, segala bentuk aktivitas dan pengambilan keputusan harus memakai prinsip-prinsip pelestarian lingkungan, tanggung jawab sosial, dan tata kelola yang baik," kata Basuki.
Sebagai informasi, environmental, social, and governance merupakan tiga hal yang dijadikan sebagai dasar pertimbangan dalam bisnis proses yang berkaitan dengan penyediaan dukungan pemerintah untuk proyek infrastruktur melalui pengembangan kerangka kerja ESG (ESG Framework) dan manual ESG.
Dampak Positif
ESG Framework merupakan prinsip-prinsip/standar yang digunakan dalam pengelolaan bisnis/proses bisnis yang mengikuti kriteria tertentu dan yang membawa dampak positif bagi lingkungan, sosial dan tata kelola.
ESG Manual pada prinsipnya merupakan penjelasan detail dari ESG Framework yang berisikan petunjuk teknis implementasi ESG dalam tahapan proyek infrastruktur. Dengan melekatkan faktor ESG ke dalam instrumen dukungan pemerintah dapat menjamin bahwa penyediaan infrastruktur menghasilkan dampak yang positif.
Konsep ESG mendapat dukungan dari United Nations Development Program dan juga pemerintah Kanada melalui hibah yang dikelola oleh Bank Dunia.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Mutasi Baru Virus Ebola Terdeteksi, Tingkat Infeksi Lebih Tinggi
-
Banjir Bandang Guci Kabupaten Tegal
-
Alokasi anggaran Kementerian Pekerjaan Umum tahun 2026
-
Tak Perlu Waswas! Upah Batch I Magang Nasional 2025 Cair Tepat Waktu
-
116.027 Warga dan 22.991 Rumah Terdampak Banjir di Kabupaten Banjar
-
Modernisasi Museum di Jakarta: Mengubah Koleksi Sejarah Jadi Narasi Visual Berbasis AI
-
Gubernur Babel Pastikan Perayaan Natal 2025 Aman dan Damai
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.