Hilirisasi Kakao Sangat Prospektif

Jumat, 01 Des 2023, 08:01 WIB

JAKARTA - Kementerian Perindustrian terus mendorong pengembangan industri pengolahan kakao agar bisa lebih berdaya saing global karena potensinya besar. Indonesia menjadi produsen kakao terbesar ketiga di dunia dengan total produksi sekitar 700 ribu ton per tahun.

"Saat ini, terdapat 11 perusahaan pengolahan kakao di Indonesia, yang total nilai ekspornya tercatat mencapai 1,12 miliar dollar AS pada 2022, atau menduduki posisi negara pengekspor keempat di dunia. Industri ini juga berperan mendukung hilirisasi yang meningkatkan nilai tambah kakao dalam negeri," kata Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kemenperin, Edy Sutopo di acara Kongkow Sobat Industri di Bogor, Jawa Barat, Rabu (29/11).

Ket. Foto: — Sumber: ISTIMEWA

Edy menyampaikan, dengan adanya multiplier effect dari industri pengolahan kakao, pemerintah akan berupaya menjadikan Indonesia sebagai episentrum dunia untuk sektor kakao dan olahan. Guna mewujudkan sasaran ini, diperlukan kolaborasi berbagai pihak terkait dari hulu sampai hilir.

"Kita unggul di produk intermediate, yang meliputi cocoa pasta/ liquor, cocoa cake, cocoa butter dan cocoa powder. Pangsa pasar produk kita ini mencapai 9,17 persen dari kebutuhan dunia. Selain sektor tersebut, Indonesia juga punya potensi di industri cokelat dan industri cokelat artisan," jelasnya.

Untuk industri cokelat yang menghasilkan mass product, saat ini terdapat 900-an perusahaan dengan total kapasitas produksi lebih dari 462 ribu ton per tahun. Jumlah nilai ekspor dari sektor ini 76,89 juta dollar AS pada 2022.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.