Hama Tikus Menyerang Kota-kota Nelayan di Australia Utara

Kamis, 23 Nov 2023, 10:25 WIB

SYDNEY - Wabah tikus melanda kota-kota nelayan tropis di Australia utara. Penduduk membersihkan tumpukan hewan pengerat mati yang "berbau" di pantai setiap pagi.

Tikus-tikus berbulu panjang bergerak menuju pantai setelah musim hujan lebat di pedalaman Australia, menyebar ratusan kilometer dalam perburuan mencari makanan.

Ket. Foto: Tumpukan bangkai tikus yang terdampar di tepi pantai di Australia Utara. — Sumber: News.com.au/Facebook

Sekarang tikus-tikus itu telah mencapai kota-kota di teluk Karumba dan Normanton di negara bagian Queensland, mengganggu hewan peliharaan, memanjat perahu, dan melucuti kabel mobil penduduk.

"Kawan, ada tikus di mana-mana," kata Derek Lord (49), warga Normanton yang menjalankan bisnis penyewaan kendaraan.

"Mereka sangat berani sehingga keluar pada siang hari," katanya kepada AFP.

"Kami telah menyewa kendaraan dan mereka benar-benar menghancurkan sebuah mobil dalam semalam, mencabut semua kabel dari ruang mesin."

Lord mengatakan bebek peliharaannya "menjadi gila" ketika tikus masuk ke kandang dan mencuri telurnya.

"Tadi malam, bebek-bebek itu menjadi gila dan saya turun ke bawah untuk melihat apa yang terjadi sambil berpikir mungkin ada kucing di sana atau semacamnya.

"Dan banyak sekali tikus berlarian melewati kandang, melewati kandang mengejar bebek.

Tikus juga menyerang kota terdekat, Karumba, yang lebih dikenal dengan "kiblat memancing" ikan barramundi di Australia.

Pemilik tempat penangkapan ikan, Jemma Probert, mengatakan kepada AFP, tumpukan hewan pengerat yang tenggelam terdampar di tepi pantai setiap pagi.

"Di sini sangat buruk. Seminggu terakhir kami melihat mereka tersebar di seluruh pantai, ada yang hidup, ada yang mati," katanya.

"Di bawah sana tidak terlalu bagus, agak bau.

"Dewan telah membersihkan pantai setiap pagi, hanya untuk mencegah hal itu."

Siklus cuaca naik-turun mendominasi sebagian besar wilayah pedalaman Australia, tempat hujan deras dapat memicu pertumbuhan tanaman yang pesat setelah bertahun-tahun mengalami kekeringan yang melumpuhkan.

Pola-pola ini sering kali disertai dengan meningkatnya populasi hama seperti belalang, tikus, dan mencit.

Dengan cuaca basah yang lebih besar di Queensland, Probert diberitahu bahwa kondisi terburuk masih akan terjadi.

"Kami mendengar masih ada lagi yang akan datang," katanya.

"

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Libur Panjang Bikin Stasiun Jakarta Padat, 38.842 Penumpang Berangkat Naik Kereta

Bupati Sintang Imbau Warga untuk Peduli dan Hentikan Bakar Hutan dan Lahan

Kerajinan Badui Banjir Pesanan di Bazar Harkop Harnas, UMKM Lokal Raup Omzet

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.