Ekosistem Hidrogen Hijau Dipacu

Selasa, 21 Nov 2023, 08:58 WIB

JAKARTA - Pemerintah menegaskan ekosistem hidrogen hijau di Tanah Air terus tumbuh seiring beroperasinya 21 Pembangkit Hidrogen Hijaumilik PT PLN (Persero). Green Hydrogen Plant ini dinilai mempercepat pencapaian net zero emission (NZE) pada 2060.

"Saya berharap 21 Green Hydrogen Plant PLN yang diresmikan hari ini, dapat digunakan sebagai contoh implementasi di lokasi potensial lainnya dan dapat memberikan kontribusi teknis kepada seluruh pemangku kepentingan demi mendukung terwujudnya ekosistem hidrogen di Indonesi," ucap Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yudo Dwinanda Priaadi, dalam sambutannya saat meresmikan beroperasinya 21 Pembangkit Hidrogen Hijau milik PLN di Jakarta, Senin (20/11).

Ket. Foto: RESMIKAN FASILITAS GHP - Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo saat telekonferensi dengan 21 unit green hydrogen plant (GHP) tersebar di seluruh Indonesia di PLTGU Tanjung Priok, Jakarta, Senin (20/11). PT PLN (Persero) meresmikan 21 unit GHP tersebar di seluruh Indonesia, yang mampu memproduksi 199 ton hidrogen hijau per tahun. — Sumber: ANTARA/HO-PLN

Dia menuturkan pada 9 Oktober 2023, PLN meresmikan Green Hydrogen Plant pertama di Muara Karang, bersumber dari empat unit PLTS atap sebesar 413 kWp, dan Renewable Energy Certificate (REC) 2.077 MWh per tahun. "Hampir sebulan berlalu, PT PLN (Persero) kembali meresmikan Green Hydrogen Plant di 21 lokasi PLTU/ PLTGU," ujar Yudo.

Seluruh hidrogen yang dihasilkan bersumber dari pengembangan EBT, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan total kapasitas 4.644 kWp atau setara dengan 6.780 MWh/tahun, dan juga menerapkan REC sebesar 9.535 MWh per tahun.

Yudo menjelaskan, saat ini pemerintah telah menyusun dokumen Strategi Hidrogen Nasional. Dokumen ini dalam waktu dekat akan di- launching ke publik dan dapat digunakan sebagai acuan, strategi, arah, serta tujuan pengembangan hidrogen di Indonesia.

"Selain itu, kami juga sedang menyiapkan dokumen Roadmap Hidrogen dan Amonia Nasional, di mana dokumen ini berisikan tentang rencana aksi, serta target pengembangan hidrogen di Indonesia hingga 2060. Upaya yang telah dilakukan PLN saat ini, sangat sesuai dengan strategi hidrogen kita, khususnya dalam upaya dekarbonisasi dan mengembangkan ersekosistem hidrogen di Indonesia," jelas Yudo.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, dalam kesempatan sama menambahkan, peresmian launching 21 Hydrogen Plant ini merupakan kelanjutan dari peresmian hydrogen plant sebelumnya di PLTGU Muara Karang dengan kapasitas lebih besar.

"Bulan lalu kita baru punya satu unit, sekarang punya 21 unit. Kalau dulu kapasitas produksi hanya 51 ton per tahun, sekarang menjadi 199 ton per tahun. Kalau dulu ekses produksi green hydrogen hanya bisa 140-an mobil listrik fuel cell, sekarang kita mampu mensuplai 424 mobil dan kalau dulu kita masih hanya mengurangi 1.900 ton emisi, sekarang kita mampu mengurangi 3.720 ton emisi CO2 per tahun," jelas Darmo.

Darmo mengatakan peresmian 21 green hydrogen plant merupakan awal dari upaya PLN untuk untuk memberikan sumber energi bersih serta membangun ekosistem yang jauh lebih besar, lebih kokoh, semakin solid.

Saat ini terdapat 21 unit PLN memiliki hydrogen plant, yaitu 12 unit dari PLN Indonesia Power, delapan unit PLN Nusantara Power dan satu unit UIKJTB. 21 unit PT PLN (Persero) yang baru diresmikan dengan total kemampuan produksi hidrogen akan mencapai 199 ton per tahun dengan excess produksi sebesar 124 ton per tahun.

Gali Pendanaan

Pengamat Energi Baru dan Terbarukan (EBT), Surya Darma, berharap pemerintah harus aktif mencari pendanaan untuk investasi sektor energi hijau di forum forum internasional seperti halnya kerja sama multilateral.

"Harus aktif agar mendapatkan pendanaan dari negara negara maju. Karena investasi EBT ini butuh modal maka harus aktif mencari di forum internasional," pungkas Surya Darma.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.