Arkeolog Balai Pelestarian Kebudayaan Jatim Mulai Ekskavasi Tahap Dua Situs Gondang

Minggu, 19 Nov 2023, 21:06 WIB

Trenggalek - Sejumlah arkeolog dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur mulai melakukan ekskavasi tahap dua Situs Gondang yang terletak di Desa Gondang, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek.

Ketua Tim Ekskavasi BPK Wilayah XI Jatim Muhammad Ichwan, di Trenggalek, Minggu, menjelaskan ekskavasi lanjutan kali ini difokuskan pada identifikasi dan pembukaan sudut-sudut struktur.

"Harapannya, dengan penentuan sudut itu denah situs dan bentuknya bisa diprakirakan," kata Ichwan.

Ia menjelaskan, ekskavasi tahap dua ini dijadwalkan berlangsung selama enam hari. Ekskavasi itu menindaklanjuti temuan struktur batu bata kuno yang pertama kali ditemukan warga pada 2018.

Pada ekskavasi tahap awal, dilaksanakan 16 kotak gali dengan temuan enam arca. Untuk itu, dalam ekskavasi tahap dua ini bakal dilakukan penggalian lebih lebar sehingga seluruh struktur batu bata kuno bisa terlihat.

"Galian bagian sudut utara dan timur sudah sampai titik bawah. Jadi, kita fokus pelebaran," katanya.

Menurut Ichwan, temuan struktur batu bata kuno itu terbilang dangkal. Hal ini mengacu penemuan bagian atas struktur dari hasil penggalian yang tidak terlalu dalam.

Batu bata pada struktur itu berbentuk persegi panjang dan memiliki ketebalan antara 8-9 centimeter. Batu bata dengan bentuk itu biasa ditemukan pada bangunan era sebelum Majapahit.

"Struktur bata kuno yang diekskavasi itu berada tak jauh dari permukiman warga. Bahkan, lokasi salah satu sisinya hanya berjarak sekitar 10 meter dari salah satu rumah warga. Penggalian ke arah selatan dan barat tidak sampai ke rumah warga," katanya.

Ekskavasi tahap pertama sekitarJuli 2022, tim gabungan menemukan lima arca, dua di antaranya ditemukan warga pada 2018 dan struktur bata kuno berukuran jumbo.

Dari penggalian itu, tim yakin jika Situs Gondang memiliki usia lebih tua dari Kerajaan Majapahit, yaitu diperkirakan era Mataram Kuno abad X.

Struktur batu bata kuno berukuran jumbo itu diperkirakan adalah kaki sebuah candi.

"Ukurannya candi adalah 6x6 meter. Kemudian lapisan batu dalam yang ditemukan sembilan lapis. Batanya lumayan besar, kalau dilihat dari dimensinya berbeda dengan tinggalan Majapahit. Mungkin ini lebih tua," kata Pamong Budaya Ahli Madya BPK Jatim Mohammad Said.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

BNPB Perkuat OMC-Armada Pemadaman Karhutla di Kalimantan

Panen Durian dan Manggis di Lebak Serap Ribuan Tenaga Kerja

Labuan Bajo Normal Pascagempa NTT, Kemenpar Minta Aktivitas Wisata Utamakan Keselamatan

Nicolas Cage Akhirnya akan Kembali dalam National Treasure 3

Empat Wisatawan Terseret Ombak Saat Mandi di Pantai Tuturuga Minahasa, Kenzy Masih Hilang

Pemkot Tebing Tinggi Ajak Pelajar Budayakan Menabung

Kemenhut Pastikan Kebakaran Hutan di TN Way Kambas Sudah Padam, Seluruh Gajah Aman

Tol Cisumdawu Arah Bandung-Cirebon Ada Perbaikan, Kontraflow DIberlakukan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.