Junta Myanmar Tangkap Pentolan Jaringan Penipuan Online Asal Tiongkok

Jumat, 17 Nov 2023, 11:47 WIB

YANGON - Junta Myanmar mengatakan telah menangkap dua pemimpin jaringan penipuan dunia maya yang beroperasi di negaranya dan dicari oleh pemerintah Tiongkok. Salah satunya bunuh diri dalam operasi penangkapan tersebut.

Kompleks penipuan online menjamur di perbatasan Myanmar dan dikelola oleh warga negara Tiongkok dan negara lain. Pekerjanya sering kali diperdagangkan dan dipaksa bekerja untuk menipu rekan senegaranya.

Ket. Foto: Pejabat Myanmar dan Tiongkok menahan warga negara Tiongkok yang dicurigai melakukan bisnis penipuan online di Myanmar utara, 30 September 2023. — Sumber: Radio Free Asia

Penipuan ini membuat marah Beijing, sekutu utama junta. Tiongkok telah berulang kali meminta militer untuk menindak industri ini, yang menurut para analis bernilai miliaran dolar per tahun.

"Ming Xuechang, Ming Guoping, Ming Julan... ditangkap di kota Laukkai di zona pemerintahan mandiri Kokang," kata tim informasi junta dalam sebuah pernyataan pada Kamis (16/11) malam.

Ming Xuechang "menembak dirinya sendiri saat ditangkap, kemudian meninggal saat mendapatkan perawatan", kata Junta dalam pernyataannya tanpa merinci atau menyebutkan kapan ketiganya ditangkap.

Menurut laporan media, Ming Xuechang adalah mantan perwakilan wilayah Kokang di parlemen regional negara bagian Shan.

Ming Guoping dan Ming Julan telah diserahkan ke polisi Tiongkok pada hari Kamis, kata pernyataan junta.

Pihak berwenang Tiongkok mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap ketiganya dan seorang lainnya bernama Ming Zhenzhen minggu lalu.

Ming Xuechang memimpin sebuah kelompok yang "mengorganisir dan membuka sarang penipuan sejak lama... melakukan kejahatan penipuan jaringan dan telekomunikasi yang menargetkan warga Tiongkok", menurut media pemerintah Tiongkok.

Pernyataan junta tidak menyebutkan Ming Zhenzhen.

AFP telah menghubungi kedutaan Tiongkok di Yangon untuk memberikan komentar.

PBB mengatakan tahun ini setidaknya 120.000 orang terjebak dalam kompleks penipuan di Myanmar.

Bulan lalu aliansi bersenjata kelompok etnis minoritas melancarkan serangan terhadap militer di wilayah utara negara bagian Shan, tempat Laukkai berada.

Salah satu kelompok tersebut, Tentara Aliansi Demokratik Nasional Myanmar (MNDAA), mengatakan pihaknya bermaksud merebut kembali bekas kota booming tersebut setelah dipaksa keluar oleh militer pada 2009.

Saat pertempuran mendekati Laukkai, ribuan pekerja migran Myanmar melarikan diri.

Beberapa orang mengatakan kepada AFP, mereka berjalan berhari-hari dan terpaksa tidur di pinggir jalan ketika artileri dan serangan udara menghantam daerah tersebut.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.