Hilirisasi Industri Kelapa Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Jumat, 10 Nov 2023, 10:46 WIB

JAKARTA - Hilirisasi diyakini menjadi kunci utama pengembangan industri kelapa di dalam negeri untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Sebab, pengembangan industri kelapa selama ini hanya berfokus pada upaya peningkatan produksi.

Guru Besar Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian IPB University, Prof Sudrajat, menilai, selama dua dekade terakhir, pengembangan sektor perkebunan kelapa belum signifikan untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Pasalnya, upaya yang dilakukan hanya menekankan pada kenaikan produktivitas tanaman.

Ket. Foto: ilustrasi - Perkebunan kelapa di sentra kelapa Maluku — Sumber: Antara/HO/Medbun

"Program yang ada selama ini berupa peningkatan produktivitas, harusnya di balik program untuk meningkatkan kesejahteraan petani kelapa," ujarnya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (9/11).

Program peningkatan kesejahteraan, lanjutnya, adalah menjaga stabilitas harga kelapa dan kopra, terutama untuk daerah-daerah sentra kelapa di remote area, seperti Riau, Jambi, Sumsel, Maluku. Mereka tidak punya keleluasaan seperti petani kelapa dekat daerah perkotaan yang bisa menjual kelapa ke perkotaan, tambahnya, kondisi ini menyebabkan kesejahteraan petani kelapa termarginalkan.

Menurut Sudrajat, kelapa 100 persen diusahakan oleh petani. Jadi, kalau membahas kelapa maka yang harus dibahas adalah petani kelapa. "Program kelapa pendekatannya adalah peningkatan kesejahteraan petani baru peningkatan produktivitas. Buat apa produktivitas meningkat kalau petani tidak sejahtera," katanya.

Karena itu, lanjutnya, untuk mencapai kesejahteraan petani maka hilirisasi menjadi kunci utama pengembangan industri kelapa di dalam negeri. Pemerintah harus memberi insentif swasta membangun industri kelapa terpadu, sehingga akan membuka pasar bagi petani kelapa, nilai tambah juga akan semakin besar di dalam negeri.

Produktivitas rendah merembet ke mana-mana, menjadi tidak efisien sehingga daya saingnya rendah. Kunci meningkatkan produktivitas adalah peningkatan harga. Kalau menguntungkan petani tanpa dibuat program pasti akan meningkatkan produktivitas dengan sendirinya.

"Jadi, harus buat pasar yang bagus sehingga produk olahan kelapa Indonesia berdaya saing tinggi, industri akan berkembang sehingga menampung kelapa petani dengan harga layak, petani dengan keuntungan dari kelapa pasti akan berusaha meningkatkan produktivitas," katanya.

Dikatakannya, perlu kerja sama pentahelix untuk bisa mendorong semua ini, yakni ada pengusaha yang membangun industri olahan terpadu, pemerintah dengan regulasi yang menarik investor olahan kelapa dan menguntungkan petani, lembaga riset dengan hasil riset untuk meningkatkan daya saing; petani sebagai produsen; dan media yang terus menyampaikan betapa luar biasanya potensi kelapa.

Diversifikasi Produk

Secara terpisah, Ketua Dewan Kelapa Indonesia (Dekindo), Gamal Nasir, menyatakan kelapa termarginalkan belum memberi kesejahteraan pada petani. Karena itu, program Dekindo adalah petani untung pengusaha untung.

Menurut dia, industri harus semakin berkembang sehingga bisa menampung bahan baku petani, ada kemitraan ada industri dan petani, yang akhirnya harga kelapa meningkat. "Untuk itu harus ada diversifikasi produk kelapa," ujar mantan Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian itu.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

Berita Terbaru

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Turun Langsung Padamkan Karhutla di Kalsel

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.