Rawan Bencana, BNPB Gelar Simulasi Kebencanaan di Kota Kupang

Kamis, 09 Nov 2023, 11:42 WIB

KUPANG - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar simulasi kebencanaan di kampung nelayan di kelurahan Oesapa, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kepala BPBD Nusa Tenggara Timur Ambrosius Kodo kepada wartawan di Kupang, usai simulasi kebencanaan tersebut, Kamis (9/11) mengatakan bahwa simulasi kebencanaan ini sangat penting dilakukan khususnya di kawasan-kawasan rawan bencana.

"Simulasi ini dilakukan untuk mengedukasi masyarakat akan bahaya-bahaya yang bakal terjadi jika bencana menghampiri suatu daerah," katanya.

Dalam pelaksanaan simulasi kebencanaan itu tidak hanya mengikutsertakan masyarakat, namun juga melibatkan 25 wartawan di wilayah Kota Kupang dan sekitarnya.

Sejumlah wartawan dari berbagai organisasi Pers mulai dari PWI (Persatuan Wartawan Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen), IJTI (Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia), SMSI (Serikat Media Siber Indonesia), AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia), dan JMSI (Jaringan Media Siber Indonesia), yang ada di NTT.

Setelah mengikuti pelatihan secara materi selama dua hari di ruangan, sejumlah wartawan tersebut diterjunkan ke lapangan untuk meliput kejadian bencana di kampung nelayan Oesapa.

Dalam simulasi itu, ada tiga bencana yang disimulasikan seperti yang sering terjadi di wilayah NTT, mulai dari informasi hoaks berkaitan dengan bencana tsunami akibat siklon tropis, lalu bencana angin kencang dan bencana tanah longsor.

Dia juga mengatakan pelaksanaan simulasi tersebut diharapkan bisa menjadi pegangan bagi masyarakat di daerah rawan bencana jika terjadi informasi bencana alam yang dapat membahayakan nyawa.

Lebih lanjut kata dia, bencana itu adalah urusan bencana, sehingga pelaksanaan simulasi itu perlu dilakukan. Jika Provinsi mengelarnya, maka BPBD kabupaten/kota juga dapat mencari lokasi rawan bencana juga untuk melakukan simulasi kebencanaan," katanya.

Menurut dia, BPBD kabupaten/Kota hendaknya juga memiliki kalender simulasi kebencanaan dengan melibatkan masyarakat dengan tujuan agar masyarakat diedukasi juga akan bahaya kebencanaan tersebut.

Tetapi disamping menunggu jadwal simulasi bencana dari BPBD, maka akan lebih baik jika pelaksanaan simulasi mandiri juga dilakukan di lingkungan atau komunitas masyarakat sekitar.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Karhutla Menggila! Kalsel Bentuk Tim Khusus untuk Tangani 3 Lokasi Prioritas

Tinggalkan Kemacetan Horor! Proyek Kereta Parung Panjang-Jasinga Siap Tembus 6 Stasiun Baru!

Pascakebakaran, 120 Bangunan di Desa Adat Sade Lombok Hangus Terbakar

Bupati Bogor Beri Kejutan! Tim Angklung HUT RI Diboyong Jalan-Jalan ke Taman Safari

Bikin Anak Pengungsi Tersenyum, Polri Gelar Trauma Healing Pascagempa Manggarai

Jonatan Nomor Satu Dunia Tunggal Putra Bulu Tangkis

Tebing Gunung Gajah, Menantang dan Keras Kepala tetapi Luar Biasa Indah

PSG Nyaris Tumbang, Dua Gol Ferran Torres Bawa Pulang Poin dari Rennes

Karhutla dan Asap Jadi Ancaman, Wamenko Dorong Penanganan yang Lindungi Kesehatan

Gagal Juara Bukan Akhir! Timo Apresiasi Mental Tangguh Timnya

Ratu Tisha Ungkap Mimpi Besar Timnas Indonesia: Harus Punya Mental Baja!

Tiongkok Mendadak Tunda Misi Bulan Chang’e-7, Ada Masalah Usai Roket Meledak

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.