Formasi Guru ASN Akan Sesuai Guru Pensiun

Rabu, 08 Nov 2023, 01:20 WIB

JAKARTA - Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Nunuk Suryani, mengatakan, formasi guru Aparatur Sipil Negara (ASN) akan sesuai jumlah guru pensiun. Kebijakan tersebut akan diterapkan jika formasi guru ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) terpenuhi pada tahun 2024.

"Jika tahun 2024 kita selesaikan dengan ASN PPPK, mengusulkan 305 ribu formasi tadi, maka mulai tahun berikutnya maka formasi hanya sebesar guru pensiun," ujar Nunuk, dalam sosialisasi Penataan Manajemen ASN Pasca UU No. 22/2023 tentang ASN, di Jakarta, Selasa (7/11).

Ket. Foto: Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Nunuk Suryani, dalam sosialisasi Penataan Manajemen ASN Pasca UU No. 22/2023 tentang ASN, di Jakarta, Selasa (7/11). — Sumber: Koran Jakarta/Muhamad Ma’rup/Tangkapan Layar

Dia mencontohkan, pada tahun 2025 untuk formasi guru ASN hanya butuh sekitar 61 ribu formasi guru. Pemerintah daerah juga tidak perlu mengangkat guru honorer karena pihaknya menyiapkan guru lulusan Pendidikan Profesi Guru Prajabatan di satuan pendidikan tempat guru pensiun.

"Dengan catatan kita tuntaskan 2024 semua kekurangan guru, maka hanya yang akan pensiun 2025, 61 ribu saja formasinya," jelasnya.

Pemenuhan Guru

Nunuk mengungkapkan, kebutuhan guru ASN saat ini sebanyak 601 ribu formasi. Jumlah tersebut diharapkan akan terpenuhi pada tahun 2023 sebanyak 296 ribu formasi dan 2024 sebanyak 305 ribu formasi.

Dia menambahkan, masih ada guru P1 atau prioritas 1 yang sudah lulus passing grade pada seleksi ASN PPPK 2021 yang belum mendapat formasi. Daru 193 ribu lebih guru P1, tinggal 19,6 persen yang harus dituntaskan.

"Tahun 2023 kita bisa menempatkan 50 ribu lebih P1. Dengan segala upaya, karena banyak faktor penyebab seperti over supply dan sebab-sebab lain, masih ada 12.279 yang tidak bisa kita tempatkan tahun 2023," katanya.

Nunuk menerangkan, kebutuhan pemenuhan guru ASN 2024 bukan lagi sekadar untuk mengisi kekosongan. Dia menekankan, guru yang masuk ke sekolah mesti berkualitas. "Pemenuhan kebutuhan guru, kami ingin satuan pendidikan di wilayah bapak ibu semua terpenuhi kebutuhan guru berkualitas," ucapnya.

Dia tidak ingin perekrutan guru berjalan asal-asalan dan perekrutan dilakukan hanya untuk pengadaan guru. Menurutnya, dalam dua tahun terakhir sudab ada penambahan 544 ribu lebih guru ASN.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.