Orang Tua Wajib Tahu, Infeksi Demam Berdarah di Usia Anak Bisa Ganggu Tumbuh Kembang
Senin, 06 Nov 2023, 01:00 WIBJakarta - Dokter spesialis anak RS Hermina Jatinegara dr. Kanya Ayu Paramastri Sp.A mengatakan anak yang terinfeksi demam berdarah dengue (DBD) bisa mengganggu proses masa tumbuh kembangnya karena asupan nutrisi yang kurang.
"Kalau seperti umumnya anak infeksi pastinggakmau makan, anaknya rewel, susah tidur, otomatis kalau gangguan makan nutrisi bisa turun, kalau itu terjadi berulang daya tahan tubuhnyanggakoke," kata Kanya saat diskusi tentang pencegahan DBD di Jakarta, Minggu.
Kanya mengatakan infeksi DBD yang hebat dan berulang, bisa berujung stunting karena asupan nutrisi anak yang tidak adekuat, sehingga terjadi risiko gagal tumbuh dan kenaikan berat badan tidak baik pada jangka panjang.
Infeksi dengue yang terjadi berulang memang tidak menyebabkan efek samping pada organ lain dalam tubuh anak ketika dewasa. Namun jika kejadian dengue menyerang otak, bisa menjadi masalah seperti kekurangan cairan, dan kekurangan oksigen yang sampai merusak otak.
Dokter yang pernah mengenyam pendidikan dokter umum di Universitas Brawijaya Malang ini juga mengatakan dengue yang bisa menyerang berulang hingga empat kali, biasanya akan lebih parah di infeksi kedua dan seterusnya.
Saat anak dirawat karena DBD, penting untuk memenuhi asupan nutrisinya seperti cairan dan konsumsi protein hewani lebih banyak.
"Utamakan cairan untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang, kedua karena dia virus kita harusnaikindaya tahan tubuh dengan protein hewani itu sangat efektif," kata Kanya.
Untuk pencegahan, Kanya menyarankan sempatkan untuk melakukan 3M yaitu menguras, mendaur ulang, dan menutup, dan menetapkan pembersihan rumah setiap hari Minggu jam 10 pagi selama 10 menit untuk membersihkan area genangan air atau tempat-tempat yang dihinggapi nyamuk selama 10 minggu berturut-turut.
"Jadi harapannya lingkungan tempat anak tinggal bersih dari sektor nyamuk pembawa virus dengue," tambahnya.
Selain itu,lakukan vaksinasi di usia 6-45 tahun dan perbaiki daya tahan tubuh dari dalam dengan jaga asupan nutrisi, konsumsi makanan yang mengandung protein hewani, dan istirahat cukup.
Kanya juga merekomendasikan tumbuhan pengusir nyamuk seperti lavender, sereh atau kemangi sebagai bahan untuk mengepel.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Mensesneg: Pemerintah akan Gencarkan Budaya Membaca bagi Pelajar
-
Yaman Dikepung Wabah DBD, 30 Orang Tewas
-
Xavi Hernandez Jadi Pelatih Timnas Belanda hingga Piala Dunia 2030
-
Mobilitas Lumpuh! Pemkab Donggala Kejar Target Perbaikan Jembatan Vital Lumbudolo Sebelum Rusak Total
-
Prambanan Bersolek, Kemenpar Optimistis Dongkrak Daya Tarik Wisata
-
Kemenhub Dorong Optimalisasi Fungsi Terminal Sebagai Simpul Transportasi yang Aman dan Nyaman
-
Tiongkok Kerahkan Bomber H-6 Dekati Pangkalan Militer AS di Jepang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.