DKI Siap Hadapi Meluasnya Mpox

Senin, 06 Nov 2023, 05:21 WIB

JAKARTA - Seluruh fasilitas kesehatan telah siap menghadapi persebaran cacar monyet (mpox). "Fasilitas kesehatan mulai dari Puskesmas hingga Rumah Sakit Umum Daerah telah siap menangani pasien kasus cacar monyet," tandas. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Jakarta, Ani Ruspitawati, saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

"Semuanya sudah siap untuk menangani kasus cacar monyet dan gratis," tambahnya. Ani menyebutada 31 RSUD milik Pemprov Jakarta yang siap melakukan perawatan dan isolasi pasien cacar monyet. Sedangkan untuk deteksi dini kasus cacar monyet dilakukan melalui Puskesmas-puskesmas yang tersebar di seluruh Jakarta.

Ket. Foto: Petugas kesehatan menyosialisasikan penyakit cacar monyet kepada masyarakat di Puskesmas Kedaung, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (1/11/2023). — Sumber: ANTARA/Sulthony Hasanuddin

Orang yang diwajibkan untuk menjalani isolasi mandiri, kata Ani, merupakan suspek (terduga) kasus cacar monyet atau memiliki gejala. Jika kondisi rumah orang tersebut tidak memungkinkan untuk isolasi, dia akan diarahkan ke rumah sakit yang sudah disediakan Pemprov Jakarta.

"Kalau ada gejala kita ajukan isolasi. Kalau rumahnya tidak memungkinkan isolasi, kita arahkan ke rumah sakit," jelasnya. Isolasi pasien cacar monyet di rumah sakit terus berlangsung hingga ruam yang muncul di kulit suspek tersebut mengering dan dipastikan tidak muncul lagi.

Biasanya, masa itu mulai ketika sudah menjalani isolasi selama tiga pekan. Selain itu, Ani menjelaskan, Pemprov Jakarta terus menggencarkan penelusuran kontak untuk memutus rantai penularan kasus cacar monyet. Dinkes juga terus mengawasi kelompok yang berisiko tertular.

Saat penelusuran, Dinkes mendalami kontak erat seksual orang-orang yang berhubungan dengan pasien cacar monyet untuk diperiksa di laboratorium. Jika hasilnya positif, akan langsung direkomendasikan untuk isolasi di rumah sakit.

"Bila belum positif, suspek dimonitor selama belum ada gejala kritis muncul," ucap Ani. Terkait vaksin cacar monyet, Dinkes Jakarta masih menunggu kepastian penambahan dari Kementerian Kesehatan. Vaksin cacar monyet ini diberikan tidak kepada semua orang. Vaksin hanya untuk kelompok rentan tertular cacar monyet.

Data terbaru, Dinkes Jakarta mencatat sebanyak 28 kasus positif total cacar monyet berdasarkan data harian 3 November pukul 19.00 WIB, suspek laki-laki bergejala ringan. Kemudian, ada delapan orang berstatus suspek atau terduga bergejala cacar monyet. Pasien positif aktif ada 27.

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ngabila Salama menyebut satu kasus sudah sembuh. "Sedangkan jumlah tervaksin mencapai 495 sesuai dengan target," ujar Ngabila.

Sudah HIV

Sebelumnya, Ngabila Salama menuturkan, mayoritas kasus aktif cacar monyet sudah positif terjangkit Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan infeksi penyakit seksual.
"Ada 24 kasus aktif saat ini. Mereka mayoritas dengan HIV positif. Hanya tiga yang tidak memiliki komorbid sama sekali. Ada HIV negatif, namun berpenyakit sifilis," tambah Ngabila Salama. Dia mengatakan, pasien mengetahui terjangkit HIV karena terdiagnosismpox.

Salah satu langkah penting setelah terdiagnosis, mesti dilakukan tracing atau penelusuran sebanyak-banyaknya, khususnya untuk kontak seksual pasien selama 21 harike belakang sebelum didiagnosis. Tracing menjadi salah satu kunci menekan meluasnya penyebaran cacar monyet.

"Sebab pada saat terkenampoxpositif secara pararel, Dinkes memeriksa HIV dan infeksi menular seksual lain," tandas Ngabila. Di Jakarta total terdeteksi 25 kasus cacar monyet hingga kini. Semua laki-laki yang didominasi bergejala ringan. Rata-rata berusia 25-50. Hanya dua yang berusia di atasnya.

Gejala cacar monyet biasanya diawali nyeri kepala kemudian diikuti demam lebih dari 38 derajat celsius dan nyeri tenggorokan dan pembesaran kelenjar getah bening, diikuti munculnya ruam setelah satu atau tiga hari.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.