TNGR: Kebakaran di Kawasan Gunung Rinjani Telah Padam
Sabtu, 04 Nov 2023, 10:59 WIBMATARAM - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), menyatakan berdasarkan hasil pemantauan kebakaran lahan yang berada dalam kawasan Gunung Rinjani dinyatakan padam.
"Pemantauan jarak jauh secara visual tidak ditemukan adanya hotspot dan fire spot, sehingga kebakaran lahan dinyatakan padam," katak Tim Penanggung jawab kebakaran lahan TNGR, Lalu Santawana di Mataram, Sabtu (4/11).
Berdasarkan hasil pengamatan visual dengan drone serta digital melalui aplikasi pemetaan lokasi titik api berada pada jarak 7,5 kilometer dari pemukiman warga terdekat dan berjarak 3,4 kilometer dari jalur pendakian resort Sembalun
Upaya pengendalian yang dilakukan oleh tim dengan membuat ilaran(sekat) api di sekitar lokasi Abangan dan Malatan yang kemungkinan akan dilalui jika titik api terus meluas.
"Kendala di lapangkan adalah kecepatan angin relatif tinggi, sehingga kebakaran meluas dengan cepat dan vegetasi mudah terbakar serta topografi curam atau terjal," katanya.
Sebelumnya, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Nusa Tenggara Barat menyatakan laporan sementara diperkirakan luas areal yang terbakar di lokasi Hutan Gomongan Desa Sembalun yang berada dalam kawasan hutan Gunung Rinjani mencapai 55 hektare.
"Penyebab kebakaran masih belum diketahui secara pasti," kata Kepala Balai TNGR Nusa Tenggara Barat, Dedy Asriady.
Ia mengatakan pengamanan SPTN II TNGR melaporkan bahwa telah terpantau hotspot melalui aplikasi Sipongi di wilayah Resort Sembalun BTNGR telah terjadi kebakaran lahan pada tanggal 31 Oktober 2023.
Kemudian Tim Terpadu Dalkarhutla yang terdiri dari Koramil Sembalun, Polsek Sembalun, Pol PP Kecamatan Sembalun, MPA Sembalun, MMP Sembalun, Pos KPH Rintim Sembalun, Kompi 3 Batalyon B Satbrimob Polda NTB dan petugas Resort Sembalun BTNGR mulai melakukan upaya pengendalian kebakaran yg terjadi di dalam kawasan Rinjani.
"Adapun jenis vegetasi yang terbakar di antaranya semak, perdu, rumput dan dedaunan kering, pohon, pohon bakbakkan, cemara gunung dan saropan," katanya.*
- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
- Nusa Tenggara Barat (NTB)
- gunung rinjani
- kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)
- Mataram
- Taman Nasional Gunung Rinjani
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
WALHI Jabar Apresiasi Keterbukaan EIGER Nature dalam Pengelolaan Lingkungan
-
Asap Karhutla Terdeteksi di Atmosfer Jakarta, DPRD Desak Mitigasi di Sekolah dan Rumah Sakit
-
Pariwisata Indonesia Catat Pertumbuhan Wisman dan Wisnus
-
Asap Karhutla Menjauh, Pemprov DKI Tetap Lakukan Water Mist dan OMC
-
50 Tahun Tragedi Thammasat, Aktivis Muda Tailan Masih Hadapi Ancaman Penjara dan Pengasingan
-
Wakapolda Sulteng Pimpin Rakor Karhutla, Perkuat Patroli dan Deteksi Dini Titik Api
-
Pemprov DKI Gandeng Korsel Atasi Persoalan Kota dengan Manfaatkan AI
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.