Ganjar Pranowo Ingin Wujudkan Kedaulatan Pangan
Jumat, 03 Nov 2023, 01:01 WIBDENPASAR - Bakal calon presiden (Capres) Ganjar Pranowo mengatakan akan membangun pertanian dengan mendata petani di Tanah Air jika nanti terpilih menjadi presiden. Hal tersebut bertujuan untuk mewujudkan kedaulatan pangan di Indonesia.
"Ya saya kira kalau pembangunan pertanian mesti hari ini serius mengurus kedaulatan pangan kita, dimulainya dari mana, data pertanian akurat libatkanlah anak-anak muda dan para peneliti," kata dia saat kegiatan diskusi dengan kader PDI Perjuangan di Denpasar, Bali, Kamis (2/11).
Menurut dia, dengan terkumpulnya data petani yang ada maka pemerintah tinggal memproses untuk mencari tahu masalah apa yang terjadi, setelah itu kondisi pangan dapat terakomodir dari hulu ke hilir.
Saat ini yang ia lihat adalah masalah kondisi tanah, cuaca, bibit, pupuk, dan 'offtaker' atau pembeli, di mana dengan berkurangnya subsidi pupuk semestinya petani didukung dari sisi lain seperti fasilitasi menuju pertanian organik, kemudian diberikan stimulan berupa benih, dan nantinya pemerintah sebagai 'offtaker' mengambil dengan harga sesuai.
"Bulog sekarang mengurusi beras saja, yang lain tidak wajib dan yang terjadi mereka harus ambil kredit komersil, apa yang bisa dilakukan ya kembalikan Bulog ke fungsi awal, yaitu sembilan bahan pokok diambil lagi dikuasi negara," ujar Ganjar Pranowo.
Isu pertanian ini disebut sebagai program prioritasnya bersama Mahfud MD apabila berhasil memenangkan pemilihan presiden nanti, ini menjadi kesempatan sekaligus tantangan baginya.
"Ya selama ini (pertanian) berserakan, kalau kita bicara subsidi pupuk saja sekarang kan dikurangi sama pemerintah, makanya ribut di bawah karena tidak ada transformasi utama ke pupuk organik, begitu dikurangi mestinya segera dimasukkan pendamping untuk bisa menyangga mereka, ini penting untuk mengelola pertanian kita," kata dia.
Maka dari itu, Ganjar meyakini jika tidak ada data petani maka rencana untuk kedaulatan pangan hingga ingin menekan impor akan kacau.
Penekanan Penting
Sementara itu, Kepala Kantor Staf Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Regi Wahyu mengatakan pasangan capres dan cawapres Ganjar-Mahfud MD berjanji akan membuka semakin banyak lapangan pekerjaan baru demi kejar ketertinggalan dari negara lain sekaligus membawa Indonesia dari negara berkembang menjadi negara maju.
Menurutnya, soal penciptaan lapangan pekerjaan baru menjadi penekanan penting bagi paslon tersebut dan tim pemenangannya. "Karena kami sadar masyarakat dengan keadaan seperti ini bagaimana bisa terjadi akselerasi pendapatan dari negara berkembang jadi negara maju. Tentu membutuhkan banyak sekali pembukaan lapangan pekerjaan," kata Regi dalam keterangannya yang diterima di Jakarta pada Kamis.
Regi mengklaim bahwa Ganjar-Mahfud berkomitmen menghasilkan 17 juta lapangan pekerjaan baru pada 2025-2029. "Hal itu tercatat dalam dokumen Visi dan Misi Ganjar Pranowo & Mahfud MD Menuju Indonesia Unggul. Janji itu mencakup salah satu dari delapan misi keduanya yang terkait dengan sektor pendidikan," lanjutnya.
Ganjar-Mahfud juga bertekad memastikan penyerapan tenaga kerja yang baru setiap tahun, dengan tujuan mengurangi angka pengangguran hingga mencapai tingkat yang optimal. Untuk mewujudkan itu, perlu langkah serius dalam meningkatkan sektor pendidikan, pelatihan, investasi di sektor yang menciptakan pekerjaan, serta mengembangkan industri, dan jasa.
"Pendekatan yang melibatkan pemerintah, swasta, dan masyarakat secara inklusif sangat krusial untuk menciptakan peluang kerja yang lebih baik di seluruh negara. Ganjar-Mahfud juga berencana membentuk lingkungan usaha yang mendukung pertumbuhan usaha ultra mikro dan UMKM, serta usaha yang dapat berkembang secara berkelanjutan," pungkas Regi.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pramono: Dana KLB untuk Taman Akan Digunakan Secara Transparan
-
Soal Pengembangan Benih Berkualitas, RI Perlu Belajar dari Vietnam
-
FHI Siapkan Latihan dan Uji Coba Timnas Hoki di Dua Negara
-
Rampungkan Fase Keberngkatan Haji, Garuda Indonesia Catatkan Tingkatkan Ketepatan Waktu 96,4%
-
Ekonom Sebut Pembangunan IKN Tahap II Perlu Pendekatan yang Lebih Efisien
-
Balai Karantina dan Bea Cukai Kepri Musnahkan Puluhan Ton Bawang Ilegal
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.