Unik, Akademi di Jepang Tawarkan Kursus Menangkap dan Mengolah Hewan Liar
Minggu, 29 Okt 2023, 15:00 WIBTOKYO - Sebuah akademi di Jepang menawarkan kursus tentang semua aspek terkai hewan liar, mulai dari penangkapan, pengolahan dan hingga pemasarannya. Harapannya dapat meningkatkan konsumsi hewan liar seperti rusa dan babi hutan.
Seiji Yamasue, pendiri Akademi Gibier Jepang di Usa, Prefektur Oita, berharap rusa dan babi hutan dapat menjadi "jenis daging keempat yang banyak dikonsumsi" selain daging sapi, babi, dan ayam sehingga dapat mengurangi limbah dari pemusnahan binatang liar.
Siswa di akademi tersebut belajar tentang berburu, menyembelih, dan memasak hewan liar, dan bagaimana mengubahnya menjadi produk untuk konsumsi komersial. Sekolah ini juga memiliki ruang kelas yang disiapkan bagi siswa untuk mendapatkan pengalaman langsung menguliti dan memusnahkan hewan liar.
Di pedesaan Jepang, kerusakan kebun yang dilakukan satwa liar semakin parah seiring bertambahnya usia populasi dan semakin banyak hewan yang masuk ke pemukiman manusia.
Berdasarkan data terbaru, biaya pemusnahan di Oita mencapai sekitar 150 juta yen (1 juta dolar AS) pada tahun fiskal 2022, seiring dengan upaya mereka untuk terus memitigasi dampak buruk dengan meningkatkan minat masyarakat mengonsumsi hewan liar dan berburu.
Lebih dari 70.000 babi hutan dan rusa ditangkap pada 2019 di prefektur tersebut, tertinggi kedua di Jepang, katanya.
Yamasue, yang mengelola perusahaan pengolahan daging, mengatakan, ia mengetahui bahwa bangkai hewan liar yang dimusnahkan pada umumnya dibuang, dan hal ini meyakinkannya bahwa diperlukan pabrik pengolahan khusus untuk daging hewan buruan.
Saat mengamati pabrik pengolahan hewan liar di barat daya pulau Kyushu, namun ragu apakah dagingnya ditangani dengan cara yang aman, Yamasue (50) mengatakan dia berpikir untuk "menciptakan tempat yang mengajarkan cara yang tepat" untuk mengolah daging hewan buruan.
Berbeda dengan hewan ternak yang bobotnya diatur secara terstandar, bobot hewan liar tidak merata sehingga sulit untuk disembelih.
Yamasue berharap melihat penyebaran "cara yang tepat dalam mengolah daging hewan buruan untuk mendorong distribusi lebih besar dari hewan liar yang lezat."
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Momen Haru di Tokyo, Donald Trump Janji Bantu Jepang Pulangkan Warganya yang Diculik Korea Utara
-
Stok Pulih, Harga BBM di SPBU BP Turun Mulai 1 November 2025
-
Rahasia Orang Jepang Bikin Tabungan Gemuk, 6 Trik Kakeibo Ini Bikin Duit Nggak Cepat Habis!
-
Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta akan Tindaklanjuti Temuan BRIN Soal Mikroplastik di Air Hujan
-
Pipa Gas PT TGI Meledak di Inderagiri Hilir, 10 Orang Terluka
-
Shai Gilgeous-Alexander dan Jalen Brunson Dinobatkan sebagai Pemain Terbaik NBA Desember 2025
-
KAI Daop 7 Madiun Ungkap Perjalanan KA Terdampak Anjlokan KA Purwojaya Relasi Gambir–Cilacap
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.