Produk Kosmetik Indonesia Catat Transaksi Rp26,35 Miliar di Filipina
Kamis, 23 Jul 2026, 08:17 WIBJAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Atase Perdagangan (Atdag) RI Manila melaporkan produk kosmetik Indonesia berhasil mencatat potensi transaksi sebesar Rp26,35 miliar pada partisipasi perdananya di pameran Cosmobeauté Philippines 2026, Filipina.
Atdag RI Manila, Rahayu Ningsih mengatakan catatan potensi transaksi tersebut menandakan tingginya minat pasar Filipina terhadap produk kosmetik Indonesia.
"Potensi transaksi menandai tingginya minat pasar Filipina terhadap produk kosmetik Indonesia. Kami optimistis produk kosmetik Indonesia yang berkualitas dapat diterima dan mampu bersaing di pasar Filipina," ujar Rahayu dalam keterangan di Jakarta, Kamis (23/7).
Indonesia yang hadir melalui Paviliun Indonesia membawa delapan pelaku usaha yang memamerkan produk seperti riasan, serum dan losion tubuh, perawatan rambut, perawatan bayi, parfum, dan minyak atsiri.
Kedelapan pelaku usaha ini telah mengikuti proses pendaftaran (open call) dan kurasi oleh Kantor Atdag RI Manila dengan Direktorat Ekspor Produk Manufaktur Kemendag pada Maret-April 2026.
Menurut Rahayu selama pelaksanaan pameran, setidaknya setiap peserta pameran di Paviliun Indonesia dikunjungi hingga 20 perusahaan dari berbagai negara, termasuk dari Filipina, Turki, Thailand, Taiwan, dan Korea Selatan.
Pelaku usaha memanfaatkan momen tersebut untuk mempromosikan produk, menjajaki kerja sama bisnis, serta mendiskusikan peluang impor dan distribusi produk Indonesia di pasar Filipina. Sejumlah peserta pameran juga mendapatkan peluang kerja sama untuk jasa maklon dan Original Equipment Manufacturer (OEM) dari calon mitra bisnis.
"Sepanjang pameran, produk-produk Indonesia cukup diminati dan secara umum mendapat tempat yang baik oleh pasar Filipina karena kualitasnya. Kami berharap, ini dapat menjadi kesempatan untuk produk Indonesia diterima dengan baik," kata Rahayu.
Filipina merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia. Pada 2025, Filipina menempati posisi ke-8 sebagai negara tujuan ekspor Indonesia dan posisi ke-21 sebagai negara asal impor Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa Filipina merupakan pasar yang potensial bagi pelaku usaha Indonesia.
Sementara itu, sepanjang 2025, total perdagangan Indonesia dan Filipina mencapai 12,02 miliar dolar AS. Ekspor Indonesia ke Filipina tercatat sebesar 10,22 miliar dolar AS, kemudian impor Indonesia dari Filipina sebesar 1,80 miliar dolar AS.
Sejumlah produk ekspor utama Indonesia ke Filipina, yakni kendaraan dan bagiannya, bahan bakar mineral, serta lemak dan minyak hewan/nabati. Khusus untuk produk kosmetik, berdasarkan data Trademap, Indonesia menguasai sebesar 4,47 persen pangsa pasar produk kosmetik (HS 3304) di Filipina.
Atdag RI Manila mencatat, meningkatnya kesadaran konsumen di Filipina terhadap pentingnya perawatan kulit (skin care) sebagai bagian dari kesehatan dan penampilan personal turut memicu meningkatnya permintaan pasar Filipina terhadap produk kecantikan dan perawatan kulit.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
30 Ribu Jamaah Ziarah Kubro 2026 Hadir di Kota Palembang
-
Dinilai Mengancam Mata Pencaharian, Pedagang Kecil se-Jakarta Konsolidasi Tolak Ranperda KTR
-
Stok Aman, Jangan Panik! Warga NTB Diminta Stop Panic Buying Saat Ramadhan 1447 H
-
Danlanud Sultan Hasanuddin Resmikan Pos Pengamanan Komplek Catalina untuk Lingkungan Aman dan Nyaman
-
Ketenangan Warga Ponelo Kepulauan Saat Ada Peringatan Dini Tsunami
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.