Perkuat inovasi, BRIN dan Undip Kembangkan Pendeteksi Logam Berat Dalam Limbah Industri
Kamis, 26 Okt 2023, 00:20 WIBJakarta - Perkuat inovasi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Universitas Diponegoro (Undip) menjalin kolaborasi riset untuk pengembangan metode alternatif pendeteksi logam berat yang larut dalam limbah industri.
Kepala Pusat Riset Fotonik dari Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material BRINIsnaeni mengatakan kerja sama riset itu dilatarbelakangi adanya cemaran logam berat, baik dilingkungan perairan maupun tanah.
"Kandungan logam berat umumnya terlarut dalam limbah industri, seperti industri pupuk, cat, mineral tambang, elektronik, bahkan sisa pewarna batik," ujarnya dalam pernyataan di Jakarta, Rabu.
Kerja sama riset tersebut untuk mengidentifikasi jenis dan kadar logam berat dengansurface plasmon resonance(SPR) sensor, sintesis nano partikeltungsten disulfide(WS2), dan pelapisannya denganpulsed laser deposition(PLD) sebagaisensitive layer.
Ia menjelaskan untuk mendeteksi cemaran logam berat diperlukan metode yang efektif dan efisien.
Metode deteksi logam berat yang sudah ada saat ini umumnya memerlukan perawatan yang komplek, berbiaya tinggi, dan waktu pengukuran yang lama.
Kerja sama riset tersebut bertujuan mengembangkan metode alternatif guna mendeteksi cemaran logam berat dengan akurasi tinggi.
Riset itu menjadi metode alternatif dengan akurasi tinggi hingga keorde ppmdengan preparasi sederhana dan waktu pengukuran yang singkat.
Peneliti Pusat Riset Fotonik BRINWildan Panji Tresna mengungkapkan ada beberapa logam berat yang tidak mampu dideteksi oleh alat ukur tertentu.
"Dengan tambahan lapisansensitive layeryang kami tawarkan, harapannya mampu melakukan pengukuran dengan jangkauan lebih luas," kata dia.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Gubernur Sulsel Sebut Kopdes Merah Putih Jadi Pusat Ekonomi Desa
-
Pemerintah Aceh Dorong Revisi UUPA demi Stabilitas Daerah dan Keberlanjutan Dana Otsus
-
41% Kebun Rakyat Jadi Kunci Produksi Nasional, Tapi Legalitasnya Masih Jadi Tantangan
-
65,8 Persen Garis Pantura Jawa Alami Abrasi, Peneliti BRIN Ungkap Penyebabnya!
-
Waspada Hantavirus, Pemkot Surabaya Imbau Masyarakat Batasi Aktivitas Luar Rumah
-
Inovasi BRIN Dorong Energi Hidrogen Bersih
-
BPJS Ketenagakerjaan dan Jasa Raharja Luncurkan Integrasi Aplikasi Penjaminan Kecelakaan.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.