Perkuat Pengawasan agar Tak Terjadi Perdagangan Orang, Minat Warga Madiun Jadi TKI Masih Tinggi
Senin, 16 Okt 2023, 00:12 WIBMadiun - Perkuat pengawasan agar tak terjadi perdagangan orang, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) Kabupaten Madiun, Jawa Timur, menyatakan minat warga daerah setempat untuk bekerja ke luar negeri menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) atau pekerja buruh migran masih cukup tinggi.
Data Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) Kabupaten Madiun mencatat Januari hingga September 2023 sudah ada 1.494 calon PMI (pekerja migran Indonesia) yang terdaftar.
"Jumlah ini hampir mendekati total 2022, ada sekitar 1.898 calon PMI tahun lalu," kata Kepala Disnakerperin Kabupaten Madiun Imam Nurwedi, Minggu.
Tingginya animo masyarakat Kabupaten Madiun bekerja di negara asing karena beberapa hal. Salah satunya sudah dibukanya lowongan kerja di 78 negara yang dulunya sempat tutup akibat pandemi COVID-19.
Selain itu, juga disebabkan karena lowongan kerja di daerah yang terbatas sehingga tidak bisa mengakomodasi seluruh pencari tenaga kerja (pencaker) setempat.
"Jika animo tinggi seperti ini, diprediksi akhir tahun nanti bisa melebihi 2022. Kemungkinan pada angka 2 ribuan calon PMI," kata dia.
Adapun beberapa negara tujuan yang menjadi favorit PMI asal Kabupaten Madiun, yakni, Taiwan, Hong Kong, dan Malaysia.
Mereka tidak hanya bekerja sebagai asisten rumah tangga, namun banyak juga yang bekerja sektor formal sebagai pegawai perusahaan dan perawat atau tenaga kesehatan.
"Banyak panggilan ke sana karena memang perusahaan luar negeri mengakui profesionalisme dan etos kerja PMI Kabupaten Madiun itu dapat diandalkan," terangnya.
Sementara itu, wilayah Kabupaten Madiun bagian selatan masih mendominasi asal calon PMI tahun ini. Seperti Kecamatan Dolopo, Kecamatan Kebonsari, dan Kecamatan Geger.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Festival Budaya Pantai Pasir Padi, Strategi Pangkalpinang Dongkrak Pariwisata Daerah
-
Kemenhub Tutup 172 Perlintasan Sebidang Ilegal dan Siapkan Rp800 Miliar untuk Fasilitas Keselamatan
-
KemenPPPA Ajukan Tambahan Anggaran Rp392 Miliar untuk Program Tahun 2027
-
Pola Tulisan Tangan Ternyata Berpotensi Jadi Indikasi Awal Gangguan Kognitif pada Lansia
-
Banyak Kecelakaan di Laut, Hati-hati Gelombang Tinggi 2,5 Meter di Nias
-
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangguhkan, Ini Respons Kapolri
-
Tahun Ajaran Baru, Pemkot Tangsel Gratiskan Seragam Batik dan Olahraga ke Siswa SD dan SMP Negeri
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.