- Home
-
- Luar Negeri
-
- Abai Lindungi Anak, Platfo...
Abai Lindungi Anak, Platform X Didenda 385.000 Dolar AS di Australia
Senin, 16 Okt 2023, 09:18 WIBSYDNEY - Pengawas keamanan internet Australia pada Senin (16/10) mendenda X milik Elon Musk, dengan mengatakan bahwa platform media sosial tersebut gagal menunjukkan bagaimana menindak konten pelecehan seksual terhadap anak.
Komisaris ESafety Julie Inman Grant mengenakan denda 610.500 dolar Australia (385.000 dolar AS) kepada perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter.
Inman Grant - yang juga mantan karyawan Twitter - juga telah memberikan peringatan resmi kepada Google karena gagal memenuhi tanggung jawabnya dalam menangani materi pelecehan anak.
Miliarder Musk telah memangkas lebih dari 80 persen tenaga kerja global X sejak ia ambil alih, termasuk banyak moderator kontennya yang bertanggung jawab memberantas penyalahgunaan.
Deteksi proaktif eksploitasi seksual anak di X turun dari 90 persen menjadi 75 persen dalam tiga bulan setelah X diambil alih Musk, kata Inman Grant.
"Twitter/X telah menyatakan secara terbuka bahwa memberantas eksploitasi seksual terhadap anak adalah prioritas nomor satu bagi perusahaan, namun hal ini tidak bisa hanya sekedar omong kosong belaka.
"Kita perlu melihat kata-kata yang didukung dengan tindakan nyata."
Inman Grant mengirimkan pemberitahuan hukum ke serangkaian platform online pada Februari. Pihaknya menuntut mereka menunjukkan bagaimana memoderasi dan menghapus konten ekstrem.
Dia mengatakan tanggapan buruk dari X dan Google disebabkan karena mereka khawatir terhadap persepsi publik atau karena sistem mereka tidak berfungsi dengan baik.
"Kedua skenario ini mengkhawatirkan kami dan menunjukkan bahwa mereka tidak memenuhi tanggung jawab dan harapan masyarakat Australia."
Australia telah mempelopori upaya global mengatur platform media sosial, dan ini bukan pertama kalinya Inman Grant menyebut X atau Musk.
Pada Juni tahun ini, dia menyampaikan kekhawatiran tentang lonjakan "toksisitas dan kebencian" yang lebih umum setelah pengambilalihan Musk pada Oktober tahun lalu.
AFP meminta komentar dari X namun tanggapan perusahaan tersebut berupa email yang berbunyi: "Sekarang sedang sibuk, silakan periksa lagi nanti."
Google mengatakan kepada AFP, mereka telah mengembangkan "berbagai teknologi" untuk mendeteksi, melaporkan, dan menghapus materi pelecehan seksual terhadap anak.
"Kami tetap berkomitmen terhadap upaya ini dan berkolaborasi secara konstruktif dan dengan itikad baik dengan komisioner eSafety, pemerintah, dan industri dalam tujuan bersama untuk menjaga warga Australia lebih aman saat online."
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Rapat Dengar Pendapat Umum Komisi III DPR RI dengan Nabilah O'Brien
-
Destinasi Wisata Susur Sungai Ngotok Mojokerto Resmi Dibuka
-
Hari Pertama Usai Libur, SPPG Kemayoran Layani 3.298 Porsi MBG
-
Layanan Keamanan dan Kesehatan untuk Pemudik oleh Pemkot Jambi
-
OTT Bea Cukai Berlanjut, KPK Dalami Dugaan Jaringan Korupsi Berlapis
-
OT Group dan ASDP Perkuat Ekosistem Layanan di Jalur Penyeberangan Nasional
-
Kapal Perang Australia Terobos Selat Taiwan, Militer Tiongkok Pasang Status Siaga
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.