Kadin Sebut Keramik Indonesia Kini Mampu Bersaing dengan Produk Impor

Selasa, 09 Jun 2026, 06:30 WIB

Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan mutu dan desain keramik nasional semakin kompetitif di skala global, didukung peningkatan kualitas produk serta inovasi industri yang mampu memenuhi kebutuhan pasar internasional.

"Industri keramik dalam negeri secara kualitas, mutu dan design sudah sangat bersaing dengan keramik import dari luar negeri," kata Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian Kadin Indonesia Saleh Husin sebagaimana keterangan di Jakarta, Senin (8/6).

Ket. Foto: Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian Kadin Indonesia Saleh Husin menhadiri dan melihat langsung pameran industri keramik Indonesia yang berlangsung di NICE PIK 2 pada 4–7 Juni 2026. — Sumber: Antara

Penilaian tersebut disampaikan setelah dirinya menghadiri dan melihat langsung pameran industri keramik Indonesia yang berlangsung di NICE PIK 2 pada 4–7 Juni 2026 dan menampilkan beragam produk unggulan karya produsen nasional.

Dalam kesempatan itu, Saleh mengaku berdialog dengan sejumlah pemilik perusahaan, jajaran direksi industri keramik nasional, serta perwakilan Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) mengenai perkembangan sektor tersebut.

Ia menilai industri keramik nasional telah berkembang cukup baik serta memberikan kontribusi penting terhadap perekonomian melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, dan nilai tambah bagi industri manufaktur dalam negeri.

"Ya saya kira industri ini sudah berkembang cukup bagus dan menciptakan lapangan kerja serta memberikan nilai tambah yang bagus buat bangsa kita," ucapnya.

Karena itu, Saleh berharap industri keramik nasional terus diperkuat agar mampu mempertahankan daya saingnya serta tidak tergerus oleh produk impor maupun tekanan biaya produksi yang semakin meningkat.

"Jangan sampai industri ini mati dan tergerus oleh produk import serta harga energi yang sudah terlalu tinggi," tutur Saleh.

Menurut  Saleh, pembangunan yang sedang dilaksanakan oleh pemerintah seperti sekolah rakyat dan rencana pembangunan 3 juta rumah turut memberikan angin segar buat industri keramik dalam negeri.

Meski menunjukkan daya saing yang semakin kuat, Saleh menuturkan industri keramik nasional masih menghadapi tantangan berupa tingginya biaya energi yang berpotensi mempengaruhi keberlanjutan pertumbuhan sektor tersebut.

Menurut Saleh, salah satu persoalan utama yang dihadapi pelaku usaha saat ini adalah harga gas industri yang dinilai belum sepenuhnya mendukung peningkatan daya saing industri manufaktur dalam negeri.

Ia menjelaskan industri keramik merupakan salah satu penerima program Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) sebesar 7 dolar AS per MMBTU yang selama ini menjadi instrumen penting dalam menjaga efisiensi biaya produksi.

Namun, dalam implementasinya, sebagian pelaku industri hanya memperoleh sekitar 40 persen kebutuhan gas dengan skema HGBT, sementara sisanya harus dipenuhi melalui pembelian gas dengan harga pasar yang jauh lebih tinggi.

Kondisi tersebut mendorong pelaku usaha berharap adanya optimalisasi kebijakan energi agar industri keramik dapat terus tumbuh, meningkatkan kapasitas produksi, serta memperkuat daya saing produk nasional di pasar domestik maupun global.

Karena itu, Saleh berharap dukungan terhadap sektor keramik terus diperkuat sehingga industri nasional dapat memanfaatkan potensi bahan baku yang melimpah dan semakin kokoh sebagai tuan rumah di pasar sendiri.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.