• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Begini Cara Makhluk yang H...

Begini Cara Makhluk yang Hidup di Laut Dalam Bisa Bertahan Hidup di Bawah Tekanan

Sabtu, 14 Okt 2023, 12:00 WIB

Claire Lacey, University of St Andrews


Bagaimana makhluk yang hidup di laut dalam bisa bertahan hidup di bawah tekanan? - Torben, usia delapan tahun, Sussex, Inggris.

Ket. Foto: Ikan yang hidup di laut dalam. — Sumber: The Conversation/Shutterstock

Hai Torben,

Ini adalah pertanyaan yang bagus - terima kasih banyak telah menanyakannya. Laut dalam adalah tempat yang sangat sulit untuk hidup. Tidak ada cahaya, dingin, tidak banyak oksigen dan sedikit makanan - dan, seperti yang kamu tunjukkan dengan tepat, makhluk yang hidup di sana harus berurusan dengan tekanan air yang sangat besar di atasnya.

Di bagian terdalam Atlantik, tekanannya bisa mencapai 840 bar - sekitar 840 kali tekanan yang kita alami di permukaan laut. Di Challenger Deep di Palung Mariana - bagian paling dalam dari semua samudra di dunia - tekanannya bisa mencapai 1.000 bar atau lebih.

Namun, makhluk-makhluk yang hidup di bagian terdalam samudra memiliki keistimewaan khusus, yang membantu mereka menghadapi kondisi yang sulit ini - termasuk tekanan yang menghancurkan.

Di bawah tekanan

Ketika menyelam ke dasar kolam renang yang dalam, kamu mungkin akan merasakan sakit atau rasa tidak enak di telinga dan sinus. Ini karena mereka mengandung udara: perasaan itu berasal dari kantung udara dalam tubuh yang tertekan oleh tekanan air.
Ikan yang hidup lebih dekat ke permukaan laut mungkin memiliki kantung renang - yaitu organ besar yang berisi udara di dalamnya, yang membantu mereka mengapung atau tenggelam di dalam air. Ikan laut dalam tidak memiliki kantung udara ini di dalam tubuh mereka, yang berarti mereka tidak akan hancur.

Spesies ikan yang tinggal di laut terdalam, yang disebut ikan siput hadal, dapat ditemukan di kedalaman sekitar 8.200 m.

Namun, memiliki tubuh tanpa rongga udara tidak akan membantu seberapa jauh, karena tekanan tinggi juga dapat menghancurkan struktur molekul - blok bangunan kecil yang membentuk semua materi.

Untuk membantu hal ini, makhluk laut dalam memiliki "piezolytes" - molekul organik kecil yang baru saja ditemukan. Piezolytes ini menghentikan molekul lain dalam tubuh makhluk hidup, seperti membran dan protein, agar tidak hancur karena tekanan (meskipun kita belum tahu persis bagaimana caranya).

Hal menarik lainnya tentang piezolytes adalah bahwa mereka memberikan bau "amis" pada ikan. Spesies air dangkal juga memiliki piezolytes, tapi spesies laut dalam memiliki lebih banyak lagi - jadi spesies laut dalam akan berbau lebih amis.

Molekul ini hanya efektif hingga kedalaman tertentu; ketika air semakin dalam, tekanannya menjadi terlalu besar, bahkan untuk ikan siput. Organisme kecil yang disebut mikroba telah ditemukan dari dasar Palung Mariana, dan mereka juga memiliki piezolytes untuk membantu melindungi diri.

Penyelam dalam

Sementara beberapa hewan hidup penuh waktu di laut dalam, hewan lainnya hanya berkunjung. Spesies seperti paus berparuh Cuvier bolak-balik antara permukaan air, untuk bernapas, dan kedalaman lebih dari 2.000 meter, untuk mencari makan.

Paus ini menghirup udara, tetapi paru-paru mereka dapat dilipat, sehingga tidak hancur ketika paus menyelam ke laut dalam selama hampir dua jam setiap kalinya.

Saat menyelam, paus ini menyimpan oksigen dari udara yang mereka hirup di dalam darah dan otot mereka. Mereka dapat melakukan hal ini karena mereka memiliki tingkat molekul hemoglobin dan mioglobin yang lebih tinggi - yang digunakan untuk menyimpan oksigen - daripada spesies paus lainnya.

Paus berparuh Cuvier juga dapat mengurangi detak jantung mereka dan menghentikan sementara aliran darah ke bagian tubuh tertentu, yang membantu oksigen bertahan lebih lama.

Jadi, ada beberapa cara berbeda untuk bertahan hidup di laut dalam, tergantung pada apakah mereka hanya berkunjung, atau tinggal di sana sepanjang waktu.

Ada satu hal terakhir yang perlu dipikirkan: sangat sulit bagi para ilmuwan untuk mempelajari hewan laut dalam, karena mereka cenderung mati saat dibawa ke permukaan - jadi mungkin ada banyak fitur luar biasa lainnya yang belum kita ketahui.


Rahma Sekar Andini dari Universitas Negeri Malang menerjemahkan artikel ini dari bahasa Inggris.The Conversation

Claire Lacey, PhD Candidate in Biology, University of St Andrews

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Tim Koran Jakarta

Berita Terbaru

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.