AS: Korut Sedang Kembangkan ICBM Berhulu Ledak Nuklir

Sabtu, 14 Okt 2023, 02:59 WIB

WASHINGTON DC - Majelis Nasional Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa Korea Utara (Korut) sedang mengembangkan misil balistik antar benua (intercontinental ballistic missile/ICBM) yang memiliki hulu ledak nuklir dengan kecepatan maksimal, yang mampu meruntuhkan sistem pertahanan misil AS, serta terdapat kemungkinan Korut siap untuk melakukan eksperimen nuklir taktis.

Komisi Postur Strategis Majelis Rendah AS menyatakan pada Kamis (12/10) waktu setempat, bahwa uji coba misil, pengembangan nuklir, serangan verbal yang dinilai ofensif dari Korut, berpengaruh negatif bagi keamanan aliansi antara AS dan negara Asia.

Ket. Foto: ICBM Korut | Sebuah kendaraan pengangkut misil balistik antar benua (ICBM) Korut melintas saat digelar parade militer di Pyongyang pada 27 Juli lalu. Pada Kamis (12/10), Majelis Nasional Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa Korut mungkin memiliki puluhan ribu hulu ledak nuklir. — Sumber: AFP/KCNA VIA KNS

Ditambahkan pula bahwahackerKorut telah meretas mata uang virtual senilai 1,7 miliar dollar AS pada tahun 2022 lalu.

Komisi Postur Strategis tersebut adalah badan bipartisan yang dibentuk sesuai Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional (NDAA) pada tahun lalu di bawah majelis, untuk memeriksa postur strategis jangka panjang AS dan menampilkan usulan alternatif.

"Korut mungkin memiliki puluhan ribu hulu ledak nuklir, serta baik di AS maupun negara aliansi harus bersiap untuk menghadapi potensi perang melawan Russia dan Tiongkok," ungkap komisi tersebut.

Kecam Washington DC

Sementara itu Pyongyang pada Jumat (13/10) mengecam kunjungan kapal induk USS Ronald Reagan ke pelabuhan Korea Selatan (Korsel), dengan mengatakan bahwa hal itu menunjukkan Washington DC telah mencapai "fase paling serius" dalam persiapan menghadapi potensi perang nuklir.

Kapal induk bertenaga nuklir tersebut saat ini berlabuh di kota pelabuhan selatan Busan setelah latihan maritim bersama selama dua hari yang dilakukan bersama kapal-kapal perang dari Korsel dan Jepang awal pekan ini.

Media pemerintah Korut,KCNA, menyebut latihan tersebut, yang mensimulasikan intersepsi terhadap kapal penyelundup Korut, merupakan sebuah provokasi militer yang tidak terselubung.

Latihan ini merupakan lanjutan dari latihan tahunan Ulchi Freedom yang dilakukan AS-Korsel, yang dianggap Pyongyang sebagai latihan invasi. Kepala Staf Gabungan Korsel kemudian mengumumkan bahwa latihan tambahan akan dilakukan pekan depan.

"Skema serangan nuklir AS terhadap Korut dan implementasinya telah mencapai fase sistematisasi dan visualisasi yang paling serius," komentarKCNApada Jumat. "Sudah jelas apa dampak yang akan terjadi di Semenanjung Korea, di mana angkatan bersenjata dan senjata nuklir dalam jumlah besar saling berkonfrontasi satu sama lain, bahkan jika terjadi percikan api," imbuh media itu.

Sebelumnya Korut telah melakukan sejumlah peluncuran misil yang memecahkan rekor tahun ini meskipun melanggar sanksi internasional, dan Pyongyang bulan lalu menetapkan statusnya sebagai negara nuklir dalam konstitusinya.

Korut juga berjanji untuk meluncurkan satelit mata-mata militer ke orbit bulan ini setelah dua upaya sebelumnya mengalami kegagalan.

Ketika upaya diplomasi terhenti, Presiden Korsel, Yoon Suk-yeol, telah melakukan upaya bersama untuk memperbaiki hubungan yang tegang secara historis dengan Jepang, mantan penguasa kolonial negara tersebut.

Pada Agustus lalu, Presiden Yoon dan Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, mengambil bagian dalam pertemuan puncak tiga arah yang diselenggarakan oleh Presiden AS, Joe Biden, di Camp David, menyetujui rencana latihan gabungan reguler multi-tahun.

Pemimpin Korut, Kim Jong-un, menggambarkan aliansi pertahanan yang sedang berkembang tersebut sebagai sebuah ancaman terburuk yang sebenarnya. AFP/KBS/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.