Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Universitas Brawijaya Lakukan Riset Ekstraksi Daun Kelor untuk Obat Alzheimer

📅 Minggu, 08 Okt 2023, 10:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Universitas Brawijaya Lakukan Riset Ekstraksi Daun Kelor untuk Obat Alzheimer Doc: ANTARA/HO/Universitas Brawijaya
Ket. Tim peneliti mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) sedang melakukan uji coba inovasi ekstrak daun kelor untuk mengatasi alzheimer dan penurunan fungsi kognitif.

MALANG - Mahasiswa Departemen Kimia dan Pendidikan Dokter Universitas Brawijaya (UB) berkolaborasi melakukan riset optimasi ekstrak daun kelor sebagai alternatif untuk mereduksi alzheimer dan memperbaiki fungsi kognitif.

Tim riset terdiri atas Adi Kurnia Soesantyo (Kimia, FMIPA), Jonathan Linggadiputra (Kimia, FMIPA), Gustav Dasa Sitompul (Pendidikan Dokter, FK) dan Farahiyah Sharfina Saputri (Pendidikan Dokter, FK) dan mereka dibimbing oleh Dr Husnul Khotimah.

"Saat ini obat alzheimer yang tersebar luas di pasaran memiliki efek samping bagi pasien yang memiliki komplikasi. Selain itu obat alzheimer masih belum dapat dijangkau oleh seluruh masyarakat," ujar Adi Kurnia di Malang, Jawa Timur, Minggu.

Menurutnya, Alzheimer'sDisease(AD) paling banyak disebabkan adanya penumpukan amyloid beta pada sistem saraf otak. Molekul protein ini diproduksi melalui pemrosesan proteolitik protein transmembran, dan protein prekursor amiloid (APP).

Inovasi ekstrak daun kelor (Moringa Oleifera) terenkapsulasi nanopartikel emas (MO-AuNP) untuk diuji coba pada tikus model AD.

Penelitian ini didanai oleh Kemendikbudristek dan Universitas Brawijaya melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Riset Eksakta tahun 2023.

Penyakit alzheimermerupakan salah satu tipe demensia yang paling banyak diderita masyarakat dunia, dimana para penderita mengalami penurunan fungsi kognitif serta perilaku secara progresif.

"Pada penelitian ini kami membuat tikus model alzheimer yang diinduksi dengan amyloid beta, lalu kami induksikan kembali secara rutin dengan obat ekstrak kelor terenkapsulasi emas buatan kami. Selanjutnya, kami melakukan beberapa uji terhadap tikus, terutama adalah uji tingkah laku kognitif tikus," ujar Adi

Pada hasil penelitian diperoleh bahwa ekstrak kelor MO-AuNPlebih mudah diserap darah menuju sistem saraf dibandingkan ekstrak tanpa dienkapsulasi dalam ukuran nano. Selain itu obat yang diinovasikan terbukti mampu meningkatkan kondisi kognitif tikus dan juga mengurangi plak amyloid beta.

Selain memiliki efek yang menjanjikan, melalui prediksi adsorbsi dan tingkat toksisitas obat, diprediksi MO-AuNP ini memiliki kondisi toksisitas obat yang rendah, namun penyerapan dan pengikatan protein yang tinggi menuju sistem syaraf pusat.

"Obat ini sedang dalam tahap pengembangan, masih banyak evaluasi dan langkah yang harus ditempuh agar obat siap pakai dan dapat digunakan oleh masyarakat luas. Kami berencana pengembangan obat ini tidak hanya berhenti pada skala laboratorium dan program PKM, namun terus dikembangkan dan dioptimasi," tambah Gustav, peneliti lainnya.

Farah, anggota penelitian yang lain mengatakan penelitian ini sedang dalam tahap pengembangan dan harapannya bisa menjadi alternatif obat yang bisa diakses seluruh masyarakat dengan efek samping minim.

"Meskipun masih penelitian dan dalam tahap pengembangan, harapannya obat ini akan dapat dioptimasi lebih lanjut dan digunakan oleh masyarakat Indonesia, sebab obat ini akan bisa menjadi alternatif obat yang baik dan minim efek komplikasi," imbuh Farahiyah

Dengan penelitian ini diharapkan bisa memudahkan treatment pada penderita alzheimer di Indonesia dan sebagai bentuk nyata kontribusi mahasiswa UBuntuk penanggulangan darurat alzheimer di Indonesia.

Berdasarkan laporan WHO disebutkan terdapat 55 juta penderita alzheimer, dimana lebih dari 120 ribu diantaranya meninggal dunia dan diprediksi akan terus meningkat hingga mencapai 10 juta kasus baru per tahunnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Uji Coba Pendaratan Pesawat Tempur di Jalan Tol

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.