- Home
-
- Luar Negeri
-
- Intelejen Inggris: 55 Awak...
Intelejen Inggris: 55 Awak Kapal Selam Tiongkok Tewas akibat Kegagalan Sistem Oksigen
Kamis, 05 Okt 2023, 06:58 WIBLONDON - Laporan Intelijen Inggris yang bocor baru-baru ini menyebutkan bahwa 55 awak kapal selam nuklir Tiongkok tewas dalam sebuah misi penyergapan kapal selam AS dan Inggris, Agustus tahun ini.
Dilansir oleh media Inggris, Mirror, Selasa (3/10), pihak intelijen melaporkan bahwa pada tanggal 21 Agustus 2023 terjadi kecelakaan di kapal saat menjalankan misi di Laut Kuning.
Peristiwa yang terjadi pada pukul 08.12 setempat mengakibatkan 55 awak kapal meninggal dunia: 22 perwira, 7 perwira taruna, 9 perwira kecil, 17 pelaut. Kapten kapal, Kolonel Xue Yong-Peng, termasuk dalam daftar korban.
"Kapten kapal selam Angkatan Laut PLA '093-417' diyakini termasuk di antara korban bersama 21 perwira lainnya di kapal di Laut Kuning," bunyi laporan tersebut.
"Pemahaman kami kematian disebabkan oleh hipoksia akibat suatu kesalahan sistem pada kapal selam".
"Kapal selam tersebut menabrak penghalang rantai dan jangkar yang digunakan oleh Angkatan Laut Tiongkok untuk menjebak kapal selam AS dan sekutu. Hal ini mengakibatkan kegagalan sistem yang memerlukan waktu enam jam untuk memperbaiki dan memunculkan kapal tersebut. Sistem oksigen di dalam kapal meracuni awak kapal setelah kegagalan yang sangat besar".
Sedangkan MailOnline melaporkan, tipe 093 adalah salah satu kapal selam Tiongkok yang lebih modern, dengan panjang 351 kaki dan dipersenjatai dengan torpedo, serta dikenal memiliki tingkat kebisingan yang lebih rendah. Tenggelamnya kapal tersebut diyakini terjadi di perairan Provinsi Shandong, Tiongkok.
Namun Beijing secara resmi membantah kejadian tersebut dan juga menolak meminta bantuan internasional untuk menolong kapak selamnya yang terjebak, yang mulai beroperasi dalam 15 tahun terakhir.
Seorang awak kapal selam Inggris mengatakan kepada Mail: "Ini masuk akal bahwa hal ini terjadi dan saya ragu Tiongkok akan meminta dukungan internasional karena alasan yang jelas," ujarnya.
Dia mengatakan bahwa pembersih udara dan sistem pengolahan udara kapal selam bisa 'gagal' jika kapal terjebak dalam sistem jaring dan baterainya hampir habis, yang terakhir ini digambarkan sebagai skenario yang 'masuk akal'.
- TNI
- Tiongkok
- TNI AL
- China
- Kapal selam
- KSAL
- kapal selam hilang
- TNI Angkatan Laut
- Tentara Pembebasan Rakyat (PLA)
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Tiongkok Gelar "Operasi Khusus" di Dekat Taiwan, Terusik dengan Pertemuan Jepang-Filipina
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
-
Citra Satelit Menunjukkan Myanmar Membangun Kapal Selam Serang Pertamanya Berdesain Kelas Sang O Korea Utara
-
Ratusan Aparat dan Pengusaha Belajar Kelola Keuangan Tanpa Ketergantungan Utang
-
Kemhan Sampaikan Duka Cita, Dua Peserta Program SPPI Meninggal Dunia Saat Latsarmil
-
Lidah Warga Tiongkok Mulai Jatuh Hati pada Makanan Olahan RI
-
KKP Perlebar Pintu Ekspor Perikanan ke China: Eksportir Diminta Jaga Keamanan Pangan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.