- Home
-
- Luar Negeri
-
- AS Kirim 1,1 Juta Amunisi ...
AS Kirim 1,1 Juta Amunisi Hasil Sitaan dari Iran ke Ukraina
Kamis, 05 Okt 2023, 10:28 WIBWASHINGTON - Amerika Serikat telah mengirim lebih dari 1 juta butir amunisi Iran yang disita tahun lalu ke Ukraina, kata militer AS pada Rabu (4/10).
Pasukan angkatan laut AS selama bertahun-tahun telah menyita senjata yang diyakini berasal dari Iran yang ditujukan untuk pejuang yang didukung Iran di Yaman, yang biasanya diangkut dengan kapal penangkap ikan.
Komando Pusat AS, yang bertanggung jawab atas operasi militer di Timur Tengah, mengatakan sekitar 1,1 juta peluru 7,62 mm dikirim ke Ukraina.
Kapal-kapal tersebut awalnya disita oleh pasukan angkatan laut AS pada Desember 2022 dan dipindahkan dari Garda Revolusi Iran ke pasukan Houthi di Yaman.
"AS berkomitmen untuk bekerja sama dengan sekutu dan mitra kami untuk melawan aliran bantuan mematikan Iran di kawasan dengan segala cara yang sah termasuk sanksi AS dan PBB dan melalui larangan," kata pernyataan Komando Pusat.
Amunisi tersebut sepertinya tidak akan membuat perbedaan besar di medan perang pada saat senjata jarak jauh dan sistem pertahanan udara berada di daftar keinginan utama Ukraina.
Amunisi sitaan yang ditransfer juga sepertinya tidak akan meredakan kekhawatiran mengenai berlanjutnya aliran senjata Barat ke Kiev.
Kongres AS tidak memasukkan dana baru untuk Ukraina dalam RUU sementara AS yang disahkan pada Sabtu untuk menjaga pemerintah federal tetap terbuka, menyoroti meningkatnya keengganan beberapa anggota Partai Republik untuk menyediakan dana bagi Kiev.
Tahun lalu, Angkatan Laut Kerajaan Inggris mengatakan salah satu kapal perangnya telah menyita senjata Iran, termasuk rudal permukaan-ke-udara dan mesin rudal jelajah, dari penyelundup di perairan internasional selatan Iran.
Gerakan Houthi di Yaman telah melawan koalisi pimpinan Saudi sejak 2015 dalam konflik yang telah menewaskan ratusan ribu orang dan membuat 80 persen penduduk bergantung pada bantuan.
AS telah memberikan tekanan pada sekutunya, Arab Saudi, untuk mengakhiri perang dan menghubungkan sejumlah dukungan militer AS dengan kerajaan tersebut untuk mengakhiri keterlibatannya di Yaman.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: CNA
Berita Terkait:
-
Menko Infrastruktur Dorong Kereta Luar Jawa untuk Pemerataan dan Transportasi Hijau
-
AS dan Iran Tandatangani MoU, Lalu Lintas Selat Hormuz Dibuka
-
Jangan Minum Es! Gubernur Kalsel Ingatkan Risiko Kesehatan bagi Jamaah Haji
-
Russia Tuduh Rezim Ukraina Neo-Nazi, Situasi HAM Disebut Memburuk
-
Tragedi Bantargebang: Wagub Rano Karno Pastikan Pemprov DKI Tak Halangi Proses Hukum
-
Persib Bandung Larang Aremania Datang ke Stadion GBLA
-
Russia Peringatkan Para Diplomat Asing di Kyiv untuk Mengungsi Jelang Perayaan Hari Kemenangan PD II
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.