Literasi Kebencanaan, BMKG Gencarkan Sekolah Lapang Gempa

Minggu, 01 Okt 2023, 10:07 WIB

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus menggencarkan pelaksanaan sekolah lapang gempa bumi dan tsunami (SLG) guna meningkatkan literasi kebencanaan di masyarakat.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (1/10) menilai literasi kebencanaan masyarakat harus terus ditingkatkan dan dilakukan secara berkelanjutan guna meminimalkan risiko gempa bumi dan tsunami yang mengintai banyak wilayah pesisir Indonesia.

"SLG menjadi strategi kami (BMKG) mewujudkan zero victim di wilayah-wilayah yang rawan gempa bumi dan tsunami, menekan potensi resiko pada tingkat minimal selain inovasi teknologi yang terus dikembangkan oleh BMKG," ujarnya saat gelaran SLG di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Dwikorita menekankan literasi kebencanaan masyarakat harus diperkuat, terlebih di era disrupsi informasi seperti sekarang ini banyak sekali disinformasi maupun berita bohong yang beredar ditengah masyarakat dan menimbulkan keresahan juga kepanikan.

Maka dari itu, menurut dia, membangun literasi kebencanaan yang kuat membutuhkan sinergi dan kerja sama pentaheliks, yaitu pelibatan pemerintah, pakar atau akademisi, dunia usaha, masyarakat dan media massa.

"Kolaborasi yang kuat akan mempercepat langkah penyebaran pengetahuan tentang bencana, sehingga masyarakat semakin kuat dalam mendukung kebijakan dan strategi penanggulangan bencana," tuturnya.

Ia meminta pemeritah daerah di sepanjang selatan Jawa harus terus meningkatkan kesiagaan menghadapi kemungkinan terjadinya gempa bumi dan tsunami.

Penyediaan, penambahan, dan perbaikan jalur-jalur evakuasi, kata dia, menjadi salah satu langkah tepat untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.

Dwikorita menjelaskan, Kabupaten Kebumen merupakan salah satu zona potensi gempa dan tsunami di Indonesia karena posisinya yang berhadapan langsung dengan zona megathrust selatan Jawa yang memiliki potensi magnitude maksimum M 8,7.

Sumber gempa megathrust ini berada di zona subduksi yang merupakan tumbukan antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasi di dasar laut Samudra Hindia selatan Kebumen.

Pemodelan Penjalaran Gelombang Tsunami akibat gempa dengan skenario tersebut, kata Dwikorita, diperkirakan mencapai 14-18 meter di Kabupaten Kebumen, dengan waktu tiba di pesisir pantai sekitar 38-46 menit.

Dampak guncangan akibat gempa tersebut, diperkirakan mencapai VII-VIII MMI, yang berarti merupakan guncangan yang kuat hingga sangat kuat dan dapat mengakibatkan kerusakan sedang hingga berat.

Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi V, Lasmi Indaryani mengatakan Kebumen dan daerah di sepanjang selatan Jawa sangat membutuhkan SLG untuk meminimalisir jatuhnya korban apabila sewaktu-waktu gempa bumi dan tsunami terjadi.

"Gempa dan tsunami adalah kehendak Tuhan. Karena tidak dapat diprediksi maka mau tidak mau, suka tidak suka harus siap. Kesiapan ini harus disertai dengan edukasi melalui SLG ini," tuturnya.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

PU Siapkan Mobil Tangki dan Hidran untuk Pemenuhan Air Bersih bagi Warga Terdampak Kekeringan di Jateng

Inovasi AQUATERRA Berbasis IoT Dirintis Mahasiswa Unej untuk Integrasikan Budi Daya Ikan dan Pertanian di Kepulauan Seribu

Gempa 4,6 Magnitudo Guncang Ruteng, Manggarai

Tak Perlu Dirikan Anak Perusahaan? Menko Yusril Buka Opsi Baru untuk Pemilik Merek Asing

Dewan Nasional KEK Targetkan Peningkatan Devisa Pariwisata Indonesia pada 2029

Aktivitas Perdagangan Pasar Tradisional di Sikka Berangsur Pulih Pascagempa Flores

Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Gubernur BI

Pelajar Terdampak Karhutla Mulai Kenakan Masker

Program Perintis Berdaya Connect Jadi Strategi Cak Imin Genjot UMKM & Ekraf Naik Kelas

Karhutla Makin Meluas, Kasus ISPA di Kalsel Terus Mengalami Lonjakan

Puluhan Bangunan Liar Dibongkar! Pemkab Bekasi Tertibkan Bantaran Saluran Balong Tua

Newcastle United Bikin Gebrakan! Nico Gonzalez Resmi Diboyong dari Manchester City

Bukan Sekadar Liburan! Wisatawan Padati Kawasan Badui Demi Berburu Durian

Makassar Masuk 10 Hub Digital Indonesia, Peluang Baru Terbuka

Nelayan Sikka Kembali Melaut Setelah Gempa Flores

Bank Mandiri Pastikan Rekening Botok Kembali Aktif

Ormas Jangan Cuma Eksis! Wali Kota Minta Hadirkan Solusi Nyata bagi Masyarakat

Warga Bakal Makin Mudah Dapat Informasi! Ini Gebrakan Pemkab Deli Serdang

Banjir Bandang di Perbatasan Nepal-Tibet Tewaskan Sedikitnya 160 Orang, Ratusan Masih Hilang

Kapolda Kalsel Ungkap Strategi Baru Lawan Karhutla, Kolam Bioflok Jadi Kunci

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.