ASML Akan Menambah Fasilitas di Hokkaido Seiring Peekembangan Industri Cip di Jepang
Kamis, 28 Sep 2023, 19:48 WIBVELDHOVEN - Produsen peralatan cip Belanda, Advanced Semiconductor Materials Lithography (ASML) Holding pada Rabu (27/8) mengatakan akan mendirikan kantor di Hokkaido pada kuartal keempat tahun 2024, menjadikannya bisnis semikonduktor terbaru yang memperluas operasinya di Jepang.
"Kami akan terus menambah tenaga kerja kami di Jepang untuk memasok pelanggan kami," kata juru bicara ASML, Karen Lo, sambil mencatat perusahaan tersebut, yang saat ini memiliki delapan lokasi di Jepang dan mempekerjakan sekitar 400 orang, berencana untuk meningkatkan jumlah karyawannya sekitar 40 persen.
Media dalam negeri melaporkan kantor tersebut akan berfungsi sebagai basis dukungan teknis. ASML adalah satu-satunya pembuat peralatan litografi semikonduktor kelas atas di dunia dan merupakan salah satu perusahaan teknologi paling berharga di Eropa.
Pengumuman ini merupakan tanda terbaru bahwa upaya pemerintah untuk memposisikan negara tersebut sebagai pusat semikonduktor membuahkan hasil di tengah peluncuran berbagai pemanis ekonomi, dengan Hokkaido muncul sebagai lokasi utamanya.
Selama beberapa tahun terakhir, pemerintah telah mendorong pengembangan semikonduktor dalam negeri. Pada 2021, para pejabat mengumumkan tujuan meningkatkan pendapatan semikonduktor tahunan menjadi lebih dari 13 triliun yen atau 87,2 miliar dollar AS pada 2030.
Pada Senin, Mitsubishi Chemical Group, mengonfirmasi pihaknya merencanakan pabrik baru untuk bahan semikonduktor yang akan beroperasi sekitar Maret 2025, sementara proyek Rapidus yang didukung pemerintah mulai membangun fasilitas baru di Hokkaido pada 1 September.
Dam TSMC, pembuat cip kontrak terbesar di dunia, sedang dalam proses membangun pabrik di Prefektur Kumamoto, dan sedang mempertimbangkan proyek kedua.
Menurut laporan Asosiasi Industri Elektronik dan Teknologi Informasi Jepang, negarayang pada 1980-an memproduksi lebih dari separuh pasokan semikonduktor global ini, diperkirakan hanya menyumbang sekitar 9 persen produksi pada 2022.
Semikonduktor, yang berfungsi sebagai komponen penting dalam barang-barang elektronik, menjadi sorotan setelah pandemi Covid-19 mengganggu rantai pasokan global, yang berdampak pada produksi segala sesuatu mulai dari mobil hingga komputer, dan juga terdampak oleh meningkatnya ketegangan geopolitik.
Analis dan pemimpin bisnis mengakui bahwa permintaan turun pada 2023 dibandingkan dengan tahun 2022, namun sifat kritis dari cip semikonduktor telah menempatkannya sebagai prioritas kebijakan yang tegas bagi beberapa negara mengingat peran mereka dalam segala hal mulai dari peralatan pertahanan hingga kecerdasan buatan.
Kunci dari konfigurasi ulang rantai pasokan semikonduktor global adalah upaya Amerika Serikat (AS) untuk melawan perkembangan sektor cip Tiongkok dengan membatasi akses terhadap teknologi pembuatan cip AS, dengan mengesahkan Undang-Undang Cip dan Sains pada Agustus 2022.
Meskipun AS pernah menjadi pemimpin dalam bidang semikonduktor, kapasitas produksinya telah turun menjadi 12 persen. Sementara itu, sektor semikonduktor Tiongkok telah menutup kesenjangan dibandingkan Eropa dan Jepang, menurut analisis Asosiasi Industri Semikonduktor, yang menemukan bahwa Tiongkok dapat menguasai 17,4 persen pasar global pada 2024.
Washington telah mendorong sekutunya untuk mengulangi pembatasannya. Pada Juli, Jepang memperluas kontrol ekspor terhadap alat-alat pembuat cip, termasuk yang mungkin dapat digunakan untuk keperluan militer, agar sejalan dengan kebijakan AS, meskipun Tokyo menghindari mengatakan alat-alat tersebut secara khusus ditujukan ke Tiongkok.
Ada kekhawatiran di Jepang terhadap negara yang mengikuti kebijakan tersebut, hal yang secara halus diakui oleh Wakil Menteri Perdagangan AS, Don Graves, yang sedang mengunjungi Tokyo, dalam konferensi pers,Rabu.
"Sekarang dunia usaha di Jepang, mempunyai pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana kita menerapkan Undang-Undang Cip dan Sains, mereka sebenarnya sangat mendukung hal tersebut," katanya, seraya mencatat dunia usaha di Jepang dan Korea Selatan kini mencari "cara tambahan mereka dapat berpartisipasi dalam program ini".
Graves mengatakan AS dan Jepang saat ini "berkoordinasi dalam beberapa bidang pengembangan kebijakan untuk membuat negara kita lebih kuat dan aman, termasuk kerja sama dalam penguatan rantai pasokan semikonduktor".
Pada September, Belanda, meskipun ada tanda-tanda keengganan dari para pejabat, bergabung dengan Jepang dalam menerapkan kontrol ekspor pada alat-alat pembuatan cip, dan peraturan tersebut mempengaruhi ASML, meskipun pemerintah Belanda juga menghindari menyebut Tiongkok.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
KAI Daop 7 Madiun Ungkap Perjalanan KA Terdampak Anjlokan KA Purwojaya Relasi Gambir–Cilacap
-
Prabowo Terima Rosan di Hambalang Bahas Hilirisasi
-
Momen Haru di Tokyo, Donald Trump Janji Bantu Jepang Pulangkan Warganya yang Diculik Korea Utara
-
DPR Minta Pemerintah Siapkan Langkah Konkret Respons Kenaikan Harga BBM
-
Pipa Gas PT TGI Meledak di Inderagiri Hilir, 10 Orang Terluka
-
Shai Gilgeous-Alexander dan Jalen Brunson Dinobatkan sebagai Pemain Terbaik NBA Desember 2025
-
Stok Pulih, Harga BBM di SPBU BP Turun Mulai 1 November 2025
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.