Tingkatkan Ekonomi Warga, Kalsel Ingin Geopark Meratus Jadi Pendapatan Berbasis Pariwisata

Rabu, 27 Sep 2023, 00:17 WIB

Banjarbaru - Tingkatkan ekonomi warga, Wakil Ketua Badan Pengelola Geopark Meratus (BPGM) Kalimantan Selatan (Kalsel) Nurul Fajar Desira mengatakan pemerintah setempat menginginkan Geopark Meratus menjadi sumberpendapatan masyarakat berbasis pariwisata.

"Pemerintah daerah ingin pendapatan ekonomi di Kalimantan Selatan tidak selalu bergantung pada pertambangan, tetapi dapat beralih ke ekonomi hijau yang lebih ramah lingkungan seperti Geopark Meratus," kata Fajar di Banjarbaru, Selasa.

Fajar menyebutkan langkah itu untuk mengubah pola pikir masyarakat bahwa sumber perekonomian utama tidak selalu tentang pertambangan batu bara saja, tetapi melalui pariwisata juga dapat membuka peluang besar berbagai sektor yang menjanjikan.

"Kita mengakui sumber pendapatan daerah mencapai 30 persen dari tambang batu bara, tetapi ini adalah komoditi yang tidak dapat diperbaharui sehingga harus ada solusi dan alternatif lain untuk menjamin kesejahteraan masyarakat," ucapnya.

Fajar mengungkapkan Geopark Meratus memiliki empat rute perjalanan dengan total sebanyak 54 situs warisan budaya tersebar di Kalsel dijadikan sebagai pariwisata berbasis kelestarian lingkungan.

Lebih lanjut, melalui 54 situs warisan budaya tersebut, masyarakat dibina dan diberdayakan untuk mengembangkan produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang dapat diperdagangkan kepada para pengunjung Geopark Meratus dan juga mengelola berbagai objek wisata.

Dia menuturkan pemerintah daerah telah menjalin kerja sama dengan perbankan untuk mempermudah akses pendanaan para pelaku UMKM di seluruh wilayah 54 situs Geopark Meratus tersebut.

"Pada Oktober nanti kita serahkan berkas ke UNESCO untuk mengajukan Geopark Meratus agar ditetapkan sebagai Global Geopark," ujar Fajar. Fajar mengatakan berdasarkan rekomendasi dari Komite Geopark Nasional Indonesia (KGNI), sejak 2018 Geopark Meratus sudah mendapatkan status sebagai Geopark Nasional sehingga Pemprov Kalsel melakukan berbagai upaya agar situs warisan budaya milik Kalsel tersebut mendapat pengakuan secara internasional.

Selanjutnya, berkas pengajuan Geopark Meratus tersebut nantinya diserahkan oleh KGNI secara langsung ke pihak UNESCO untuk dilakukan evaluasi terkait kelayakan dokumentasi, setelah dinyatakan layak maka pihak UNESCO berkunjung ke Kalsel melakukan validasi secara langsung pada April 2024 mendatang.

Sementara itu, Ketua Harian BPGM Kalsel Hanifah Dwi Nirwana menyatakan meskipun jangka waktu terbilang tidak begitu lama lagi, pihaknya optimis Geopark Meratus akan berubah status dari Geopark Nasional menjadi Global Geopark.

Menurut dia, Kalsel layak mendapatkan pengakuan dunia karena ke-54 situs yang dikemas dalam Geopark Meratus tersebut memiliki kekayaan warisan budaya yang sudah memenuhi kriteria yang dipersyaratkan yakni memiliki warisan bumi yang bernilai tinggi dibuktikan dengan catatan sejumlah sejarah

Kemudian terdapat keragaman geologi, keanekaragaman hayati, dan tentunya dikelola untuk keperluan konservasi, edukasi dan pembangunan berkelanjutan.

"Yang paling terpenting adalah membangun dan membina masyarakat terkait pemahaman tentang sejarah serta budaya daerah demi keberlangsungan hidup mereka," ungkap Hanifah.

Dia menyebutkan dalam rentan waktu tujuh bulan ke depan, pemerintah daerah fokus memperbaiki dan membangun segala akses dan fasilitas yang belum memadai agar Geopark Meratus layak untuk mendapatkan status Global Geopark dari UNESCO.

Ia mengatakan pula, bahkan pihaknya juga menjalin kerja sama dengan pihak ketiga serta menggencarkan promosi Geopark Meratus melalui berbagai kegiatan dan agenda di daerah hingga ke luar daerah dengan tujuan semakin dikenalnya 54 situs warisan budaya unggulan Kalimantan Selatan.

"Sejarah budaya Kalimantan Selatan kita tuangkan ke dalam 54 situs Geopark Meratus, nanti pengunjung bisa mengetahui semua keterangan melalui papan informasi yang kita pajang," kata Hanifah.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU

Karhutla di Jambi Terus Meningkat, Perusahaan Migas Petrochina Jabung Bantu Padamkan

Liga Inggris: Manchester United Tersungkur di Kandang Hull, Tottenham Dipermalukan Brentford

Serie A Italia: Inter dan Napoli Awali Musim 2026-27 dengan Kemenangan, De Bruyne Jadi Pembeda

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.