Pasca-Banjir Libya, WHO Fokus pada Layanan Kesehatan dan Pencegahan Penyakit

Minggu, 24 Sep 2023, 09:09 WIB

JENEWA - Setelah banjir dahsyat di Libya timur, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan fokus melakukan identifikasi penyakit dan pencegahan wabah, kata Margaret Harris, juru bicara badan global tersebut.

Menguraikan permasalahan dan prioritas kesehatan utama di kawasan ini, Harris mengatakan kekhawatiran utama adalah kebutuhan mendesak air bersih.

Ket. Foto: Hampir 4.000 orang tewas dalam banjir yang disebabkan Badai Daniel di Libya pada 10 September, lebih dari 40.000 orang mengungsi, menurut angka PBB. — Sumber: Anadolu

Anadolu melaporkan, hampir 4.000 orang tewas dalam banjir yang disebabkan Badai Daniel di Libya pada 10 September, lebih dari 40.000 orang mengungsi, menurut angka PBB. Badai tersebut berdampak pada beberapa kota, termasuk Benghazi, Bayda, Al Marj, dan Soussa, yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur besar-besaran dan banyak korban jiwa.

Derna adalah wilayah yang paling terkena dampak banjir mematikan ini, bendungan-bendungan di kota itu jebol, rumah dan orang hanyut. Lebih dari 8.000 orang masih hilang.

Harris menekankan pentingnya memperkuat sistem peringatan dini dan pengawasan untuk mencegah dan mengendalikan potensi wabah penyakit yang ditularkan melalui air dan makanan.

Dampak banjir dapat menciptakan kondisi yang kondusif bagi penyebaran penyakit menular, sehingga pemantauan proaktif menjadi penting.

Layanan vaksinasi juga menjadi prioritas utama WHO.Harris menggarisbawahi kebutuhan mendesak untuk memberikan vaksin, terutama kepada anak-anak, untuk melindungi mereka dari penyakit seperti campak dan difteri.

Dia mengatakan penyakit seperti itu sangat mematikan bagi anak-anak, terutama ketika mereka berada dalam keadaan yang sangat sulit setelah mengalami "pengalaman yang mengerikan."

Menyadari dampak psikologis dari bencana ini, Harris menekankan bahwa dukungan kesehatan mental juga sama pentingnya. Dia mengatakan WHO bertujuan memberikan pertolongan pertama kesehatan mental kepada mereka yang berada dalam situasi krisis, membantu mereka memulai proses pemulihan psikologis.

Harris menekankan bahwa bencana tersebut juga berdampak pada rumah sakit di wilayah tersebut, dan bahkan sebelum terjadinya bencana, terdapat kebutuhan kemanusiaan yang signifikan di wilayah tersebut, dan separuh dari rumah sakit tersebut tidak beroperasi dengan kapasitas penuh karena kekurangan pasokan medis dan tenaga kesehatan.

Saat ini kebutuhan rumah sakit di wilayah tersebut semakin meningkat, dan banyak rumah sakit yang hancur akibat banjir.

"Apa yang kami lakukan adalah mendirikan rumah sakit lapangan dan mendatangkan tim medis darurat untuk memberikan perawatan sedekat mungkin dengan lokasi orang-orang berada," tambahnya.

Harris juga menekankan sulit untuk menentukan jumlah korban dan orang hilang dalam keadaan darurat seperti itu.

Oleh karena itu, ia menyebutkan mereka telah memperingatkan pejabat Federasi Internasional Masyarakat Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) untuk mengidentifikasi identitas individu yang meninggal dan memastikan penguburan mereka yang aman dan bermartabat.

Sebanyak 450 orang telah diselamatkan oleh tim nasional dan internasional dalam beberapa hari terakhir. Harris menyatakan pencarian orang hilang terus berlanjut.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.